PENGARUH PENERAPAN DILATASI TERHADAP PERILAKU STRUKTUR PADA REDESAIN GEDUNG ASIMETRIS (STUDI KASUS : GEDUNG HOTEL DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENERAPAN DILATASI TERHADAP PERILAKU STRUKTUR PADA REDESAIN GEDUNG ASIMETRIS (STUDI KASUS : GEDUNG HOTEL DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Isra Dafrawi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010142

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bentuk gedung yang lebih dianjurkan dalam perencanaan bangungan tahan gempa adalah yang mempunyai konfigurasi beraturan dalam arah vertikal maupun horizontal. Bangunan yang memiliki perbedaan panjang dan lebar yang besar atau bentuk yang tidak beraturan biasanya merupakan bentuk yang sulit digunakan untuk desain tahan gempa. Sistem dilatasi merupakan salah satu cara agar bangunan memiliki bentuk yang lebih sederhana. Dilatasi adalah pemisahan struktur bangunan secara fisik, sehingga menjadikan bangunan terbagi kedalam beberapa bagian dan memiliki konfigurasi yang lebih beraturan untuk bekerja masing-masing. Sistem ini memerlukan celah antar bangunan sehingga dapat mengakomodasi terjadinya perpindahan maksimum pada struktur bangunan yang bersebelahan. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh dilatasi terhadap desain penampang struktur dan perilaku struktur dari gedung hotel asimetris yang sebelumnya tidak menerapkan dilatasi. Pemodelan dilakukan dalam 2 jenis agar dapat memberikan perbandingan, yaitu tanpa dilatasi (TD) dan dengan dilatasi (DD). Pada pemodelan DD, bangunan dibagi menjadi 3 bagian (DD-A, DD-B1, dan DD-B2) sesuai dengan kondisi ketidakberaturan pada bangunan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan dilatasi pada gedung ini tidak mampu memperkecil dimensi balok dan kolom secara berarti sehingga memperbesar berat elemen struktur bangunan sebesar 2,272%. Base shear pemodelan DD terhadap TD dalam arah x lebih besar 3,713% dan dalam arah y lebih besar 1,258%. Story displacement terbesar pada masing-masing pemodelan dalam arah x yaitu DD-B1 diikuti DD-B2, TD dan DD-A, sedangkan dalam arah y yaitu DD-B2 diikuti TD, DD-B1 dan DD-A. Story drift terbesar pada masing-masing pemodelan dalam arah x yaitu DD-B1 diikuti DD-A, DD-B2 dan TD, sedangkan dalam arah y yaitu DD-B2 diikuti DD-A, DD-B1 dan TD. Torsi pada semua pemodelan dinyatakan aman jika dilihat dari fakor pembesaran torsi (Ax). Stabilitas guling bangunan DD-A memiliki nilai yang lebih besar dari TD, sedangkan DD-B1 dan DD-B2 memiliki nilai yang lebih kecil dari TD.
Kata kunci: bangunan asimetris, dilatasi, perilaku struktur

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK