<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24643">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA STANDAR KEBUTUHAN TULANGAN PLAT LANTAI BETON BERTULANG PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rita Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Bangunan gedung merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Estimasi yang akurat dan efisien sangat berpengaruh dalam keberhasilan proyek konstruksi. Estimasi biaya berdasarkan harga satuan pekerjaan, diantaranya menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013. Analisis AHSP ini berdasarkan pada SNI 7394:2008 (Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi gedung dan perumahan). Namun, dalam metode analisis ini belum adanya jumlah tulangan tertentu dalam analisa harga satuan yang dapat dipakai untuk estimasi plat lantai. Hal ini dapat menimbulkan berbagai penafsiran terhadap biaya analisa plat lantai. Untuk mendapatkan gambaran jumlah tulangan yang mendekati aktual, diperlukan suatu kajian koefisien kebutuhan tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi kebutuhan tulangan pada komponen struktural plat lantai berdasarkan dimensi dan mutu beton serta menganalisis rasio penggunaan tulangan pada setiap m3 beton pada komponen struktural plat lantai. Metode yang dipakai di penilitian ini adalah metode konvensional. Penelitian ini juga dikaitkan dengan zonasi gempa masing-masing di Provinsi Aceh terhadap gedung minimal berlantai dua. Proses selanjutnya dilakukan dengan menghitung kebutuhan standar tulangan plat lantai. Proses Penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder untuk setiap zonasi gempa 10 dan zonasi gempa 15 berdasarkan peta gempa SNI 1726:2012, data sekunder berisikan gambar desain bangunan, dan rincian anggaran biaya. Dari hasil analisis diperoleh informasi bahwa Rasio kebutuhan komponen plat lantai beton bertulang zona gempa 15 adalah rata-rata 186,06 kg/m3. Rasio kebutuhan komponen plat lantai beton bertulang zona gempa 10 adalah 184,031 kg/m3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tingkat kebutuhan aktual tulangan plat lantai.&#13;
&#13;
Kata kunci : Bangunan gedung, harga satuan, kebutuhan tulangan, plat lantai.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-15 14:23:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-16 08:53:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>