ANALISIS LAJU EROSI DENGAN METODE USLE PADA LERENG JALAN BANDA ACEH – CALANG (KM.35, KM.104 DAN KM.129) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS LAJU EROSI DENGAN METODE USLE PADA LERENG JALAN BANDA ACEH – CALANG (KM.35, KM.104 DAN KM.129)


Pengarang

ERVINA ROESKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200060094

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ANALISIS LAJU EROSI DENGAN METODE USLE PADA LERENG JALAN BANDA ACEH – CALANG
(Studi Kasus pada KM.35, KM.104, dan KM.129)

Oleh:
Ervina Roeska
NIM. 1309200060094

Komisi Pembimbing:
Dr. Ir. Yuhanis Yunus, M.Eng
Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc.Eng

ABSTRAK

Erosi adalah peristiwa terangkutnya tanah dari satu tempat ke tempat lain oleh air atau angin. Proses erosi pada lereng seperti pelepasan tanah, pengangkutan tanah, dan pengendapan yang mengandung butiran tanah menyebabkan lalu lintas jalan terganggu. Kasus erosi pada lereng jalan sebagian besar mengakibatkan kerugian material seperti terhambatnya lalu lintas dan kerusakan jalan, namun sebagian lagi mengakibatkan kerugian moril seperti kecelakaan sampai hilangnya nyawa manusia. Lereng jalan Banda Aceh–Calang yang di bangun oleh USAID tahun 2006 sepanjang 240 Km di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya sering mengalami erosi dan kondisi lereng tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi, besar laju erosi tanah (A), klasifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) faktor keamanan lereng (Fs) serta kuat geser tanah (?). Lokasi penelitian ini berada di 3 titik lokasi lereng yaitu di Km.35, Km.104, dan Km.129. Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) digunakan untuk menghitung laju erosi. Parameter USLE dalam penelitian ini meliputi, erosivitas hujan (R) selama 10 tahun, erodibilitas tanah (K) dengan pengambilan sampel tanah secara disturbed sample (T1) dan undisturbed sampel (T2) dengan bor tangan, mengukur panjang dan kemiringan lereng (LS) dengan Theodolite Station, pengamatan visual untuk penutup dan pengelolaan lahan (CP). Parameter kuat geser (?) dan faktor keamanan lereng (Fs) dihasilkan dari hubungan parameter kohesi (C), sudut geser (Ø), tegangan normal (?) berat jenis (?) dan sudut lereng (?) dari hasil pengujian tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju erosi di KM.35 (TI) = 319,21 ton/ha/thn, KM.35 (T2) = 523,26 ton/ha/thn, KM.104 (T1) = 417,04 ton/ha/thn, KM.104 (T2) = 540,50 ton/ha/thn, KM.129 (TI) = 480,77 ton/ha/thn, dan KM.129 (T2) = 525,31 ton/ha/thn. Laju erosi semua titik penelitian berada diatas batas maksimum dari nilai toleransi untuk wilayah Sumatera yaitu 27–29 ton/ha/thn. Kriteria TBE keseluruhan titik penelitian termasuk dalam klasifikasi sangat berat. Hasil kuat geser tanah (?) pada lokasi KM.129 (T2) memiliki koefisien tegang geser lebih tinggi dibanding lokasi lainnya. Faktor keamanan stabilitas lereng (Fs) KM.35 (T2) = 0,287; KM.104 (T2) = 0,227; dan KM.129 (T2) = 0,436. Hasil perhitungan faktor keamanan lereng (Fs) pada semua lokasi penelitian berada pada kondisi tidak aman (Fs < 1).

Kata Kunci: Erosi lereng jalan, Laju erosi, TBE, Faktor keamanan lereng (Fs).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK