Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN KONSEP DIRI ORANG TUA DENGAN ANAK PENYANDANG CACAT MENTAL DI SDLB LABUI BANDA ACEH TAHUN 2016
Pengarang
SAZLI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1412101010154
Fakultas & Prodi
Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Memiliki anak dengan kondisi cacat mental dapat menimbulkan perasaan frustasi dan kecewa pada orang tua setelah mengetahui bahwa anak yang dilahirkan tidak memenuhi harapannya. Mereka memiliki anggapan bahwa kehadiran anak berkelainan dapat menurunkan martabat atau gengsi orang tua atau keluarga. Sehingga terjadi kecenderungan pada sikap orang tua untuk menolak kehadiran anak yang menyandang kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri orang tua yang memiliki anak penyandang cacat mental debil di SDLB Labui Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang dilakukan pada tanggal 14-16 Juli 2016 pada seluruh orang tua yang memiliki anak penyandang cacat mental (debil) di SDLB Labui Kota Banda Aceh berjumlah 60 orang dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan bentuk skala gutman dan metode pengumpulan data adalah wawancara dan data diolah dengan mengunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran konsep diri orang tua dengan anak penyandang cacat mental debil berada pada kategori positif 58,3%, gambaran citra tubuh berada pada kategori negatif 53,3%, gambaran ideal diri berada pada kategori positif 78,3%, gambaran harga diri berada pada kategori positif 51,7%, gambaran peran diri berada pada kategori negatif 51,7%, gambaran identitas diri berada pada kategori positif 51,7%. Hasil penelitian menunjukkan hanya sebagian orang tua dengan anak penyandang cacat mental (debil) memiliki konsep diri positif. Penelitian ini merekomendasikan pada orang tua lebih aktif dalam mencari dukungan dan informasi tentang masalah yang dihadapinya.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KOMPARATIF PERSONAL HYGIENE ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB KOTA JANTHO DAN SDLB LABUI BANDA ACEH TAHUN 2012 (Sri Mushallina, 2021)
GAMBARAN KONSEP DIRI ANAK CACAT MENTAL,TUNA GRAHITA PADA USIA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA LUAR BIASA LABUI BANDA ACEH 2008 (Sufyan, 2021)
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMENUHAN FUNGSI AFEKTIF PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA LABUI BANDA ACEH TAHUN 2008 (Ira Rizqana, 2024)
GAMBARAN POLA ASUH IBU DENGAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI LABUI BANDA ACEH TAHUN 2011 (Iechlasul Amri, 2023)
PERAN KELUARGA DALAM MEMANDIRIKAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI (SDLBN) LABUI BANDA ACEH (TIARA AYU, 2016)