<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24437">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK SIPATAH-PATAH (CISSUS QUADRANGULARIS SALISB) TERHADAP KEPADATAN TULANG MANDIBULA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) OVARIEKTOMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INDAH MAGHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak&#13;
sipatah-patah (Cissus quadrangularis Salisb) terhadap kepadatan os. mandibula&#13;
tikus putih (Rattus norvegicus) ovariektomi. Hewan coba yang digunakan&#13;
sebanyak 12 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan 3&#13;
pengulangan. K0 adalah tikus yang diovariektomi tanpa diberikan ekstrak&#13;
Sipatah-patah (ESP); K1, K2, K3 adalah tikus diovariektomi dan diberikan&#13;
ekstrak Sipatah-patah dengan dosis bertingkat 500 mg/Kg BB, 700 mg/Kg BB,&#13;
dan 900 mg/Kg BB selama 30 hari. Pada hari ke- 31 tikus dieutanasia&#13;
menggunakan kloroform dan diambil os mandibula lalu dibuat preparat histologi.&#13;
Parameter yang diamati yaitu struktur tulang (osteosit, osteoblas, osteoklas dan&#13;
trabekula). Pada tikus kelompok K0 terjadi penurunan densitas tulang yang&#13;
ditandai dengan penipisan dan ditemukan sel-sel osteoklas pada trabekula, serta&#13;
rendahnya densitas osteoblas aktif maupun osteoblas pasif. Tikus kelompok&#13;
perlakuan K1 dan K2 memperlihatkan perbaikan stuktur trabekula, osteoklas&#13;
yang lebih rendah dibandingkan dengan K0, disertai dengan terdapatnya osteoblas&#13;
aktif walaupun masih banyak terlihat osteoblas pasif. Tikus kelompok perlakuan&#13;
K3 terlihat perbaikan struktur trabekula yang paling padat, dengan densitas sel&#13;
osteoblas aktif yang paling banyak dan hampir tidak ada osteoklas dibandingkan&#13;
dengan kelompok lain. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian&#13;
ekstrak sipatah-patah dosis 900 mg/Kg BB menunjukkan densitas trabekula dan&#13;
osteoblas aktif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, K1 dan&#13;
K2 pada tulang mandibula tikus putih yang diovariektomi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24437</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-08 15:54:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-09 11:25:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>