<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24355">
 <titleInfo>
  <title>DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI DENGAN MENGGUNAKAN KIT PROGESTERON PADA KAMBING KACANG LOKAL (CAPRA HIRCUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agung Kusasti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI DENGAN MENGGUNAKAN&#13;
KIT PROGESTERON PADA KAMBING&#13;
KACANG LOKAL (Capra hircus)&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan keakuratan kit&#13;
progesteron yang digunakan sebagai alat diagnosis kebuntingan dini pada&#13;
kambing kacang lokal. Penelitian ini menggunakan 8 ekor kambing betina yang&#13;
sedang dalam masa laktasi dengan kisaran berat badan 35 - 51 kg dan kisaran&#13;
umur 2,0 - 2,5 tahun. Kambing betina perlakuan dikenakan perlakuan sinkronisasi&#13;
berahi dengan alat controlled internal drug release progesterone for Goats&#13;
(CIDR-G) secara intravagina selama 10 hari dan penyuntikan prostaglandin pada&#13;
hari ke-8 setelah pemasangan alat CIDR-G. Deteksi berahi dilakukan dengan&#13;
mendekatkan kambing jantan dan diamati gejala berahi kambing betina perlakuan&#13;
selama 72 jam setelah pengeluaran alat CIDR-G. Saat kambing betina perlakuan&#13;
memperlihatkan gejala berahi dan kawin dianggap sebagai hari ke-0 perkawinan.&#13;
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah serum darah kambing betina.&#13;
Diagnosis kebuntingan dini menggunakan kit progesteron dilakukan pada hari ke&#13;
18 setelah perkawinan; apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif maka akan&#13;
diulangi pemeriksaan dengan kit progesteron pada hari ke-24 setelah perkawinan ;&#13;
dan untuk hasil pemeriksaan kit progesteron yang negatif maka tidak akan diulang&#13;
lagi. Akurasi diagnosis kebuntingan dengan kit progesteron dikonfirmasi dengan&#13;
pemeriksaan menggunakan alat USG pada hari ke-35 setelah perkawinan. Respon&#13;
berahi kambing betina perlakuan setelah sinkronisasi berahi adalah 80%.&#13;
Diagnosis kebuntingan dengan kit progesteron dan konfirmasi status kebuntingan&#13;
dengan alat ultrasonografi dilakukan pada 8 ekor kambing betina. Hasil diagnosis&#13;
kebuntingan dengan menggunakan kit progesteron menunjukkan hasil positif pada&#13;
8 ekor kambing betina. Sedangkan hasil diagnosis kebuntingan sebagai konfirmasi&#13;
dengan USG menunjukkan satu ekor kambing negatif bunting. Dapat disimpulkan&#13;
bahwa akurasi kit progesteron efektif digunakan untuk diagnosis kebuntingan dini&#13;
pada hari ke 18 setelah perkawinan pada kambing kacang.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24355</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-03 12:54:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-03 14:06:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>