<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24336">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS BURSA FABRICIUS PADA AYAM BROILER SETELAH VAKSINASI DENGAN VAKSIN VIRUS NEWCASTLE DISEASE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurjannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui efek vaksin virus Newcastle disease (VND) terhadap gambaran histopatologis bursa Fabricus ayam broiler pada berbagai tingkat umur. Sebanyak 18 ekor DOC dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (diberikan aquadest) dan kelompok perlakuan (diberikan vaksin VND yaitu vaksin ND LaSota secara tetes mata sebanyak 1 tetes  per mata pada hari ke-3, kemudian dilakukan ulangan pada hari ke-13 melalui air minum). Bursa Fabricius dikoleksi dari ayam tersebut pada saat umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari setelah ayam dinekropsi, kemudian dibuat preparat histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin eosin. Parameter yang diamati adalah jumlah, diamater, dan ketebalan korteks folikel limfoid. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan uji lanjut unpaired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan vaksin VND memberikan efek yang tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) terhadap jumlah dan diamater folikel limfoid. Pada kelompok perlakuan, ayam broiler umur 14 hari memiliki jumlah folikel limfoid cenderung menurun, sedangkan diameternya cenderung bertambah dan tebal korteks juga tampak tidak berubah dibandingkan dengan kontrol. Kemudian pada umur 21 hari, jumlah, diamater, dan tebal folikel limfoid cenderung bertambah, sedangkan pada umur 28 hari diameter folikel limfoid cenderung sedikit berkurang, namun jumlah dan ketebalannya cenderung bertambah daripada kontrol. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa vaksin VND memberikan efek yang baik terhadap bursa Fabricius ayam broiler seiring pertambahan umur, namun hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok umur yang lain adalah pada saat berumur 21 hari.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24336</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-02 15:51:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-03 11:23:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>