<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24271">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN KEAMANAN KRIPTOGRAFI KLASIK PADA ALGORITMA MODIFIKASI PLAYFAIR CIPHER BERBASIS MATRIKS 8X8 DAN 16X16</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alvi Rizka Aldyza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Algoritma Playfair Cipher telah banyak dimodifikasi oleh para peneliti kriptografi,&#13;
salah satunya melalui ukuran matriks kunci. Pada penelitian Tugas Akhir ini,&#13;
algoritma Playfair Cipher yang diteliti adalah Playfair Cipher berbasis matriks&#13;
kunci 8x8 dan 16x16. Tujuan penelitian ini yaitu mengimplementasikan dan&#13;
menganalisis perbandingan keamanan kedua algoritma tersebut berdasarkan waktu&#13;
proses enkripsi dan dekripsi secara komputasi, baik melalui proses konversi karakter&#13;
acak menjadi angka ASCII maupun yang tidak dikonversi. Selanjutnya, dilakukan&#13;
analisis waktu generate matriks terhadap panjang kunci tertentu, analisis&#13;
perbandingan ukuran file input/output hasil enkripsi dan dekripsi, analisis keamanan&#13;
terhadap brute force attack (waktu, jumlah kombinasi kunci dan nilai peluang) dan&#13;
analisis frekuensi kemunculan digraf. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu&#13;
yang dibutuhkan untuk proses enkripsi dan dekripsi dengan dilakukan konversi lebih&#13;
lama dibandingkan dengan non konversi. Ukuran file hasil enkripsi yang dihasilkan&#13;
dengan proses konversi pun lebih besar dibandingkan dengan non konversi. Total&#13;
karakter untuk melakukan brute force attack adalah sebanyak 256! (faktorial), lebih&#13;
banyak dari Playfair Cipher 8x8 yaitu sebanyak 64! (faktorial). Nilai peluang untuk&#13;
dapat menerka suatu panjang kunci pada Playfair Cipher 16x16 lebih kecil, karena&#13;
waktu yang dibutuhkan lebih lama dan jumlah kombinasi kunci yang dapat diterka&#13;
lebih banyak. Total digraf yang dibutuhkan untuk melakukan ciphertext-only attack&#13;
juga lebih banyak, yaitu 65.536 digraf. Berdasarkan hasil analisis tersebut,&#13;
penerapan algoritma Playfair Cipher 16x16 dinilai lebih baik dan lebih aman bila&#13;
dibanding dengan Playfair Cipher 8x8.&#13;
Kata kunci: Playfair Cipher 8x8, Playfair Cipher 16x16, konversi ASCII</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-29 14:40:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-15 15:28:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>