EFEK PEMBERIAN EKSTRAK VESIKULA SEMINALIS TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH EKSPRESI CAMP RESPONSIVE ELEMENT MODULATOR (CREM) PADA SEL SERTOLI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK VESIKULA SEMINALIS TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH EKSPRESI CAMP RESPONSIVE ELEMENT MODULATOR (CREM) PADA SEL SERTOLI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)


Pengarang

Wiwik Indriati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200120016

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
WIWIK INDRIATI. Efek Pemberian Ekstrak Vesikula Seminalis terhadap
Peningkatan Jumlah Ekspresi cAMP Responsive Element Modulator (CREM)
pada Sel Sertoli Tikus Putih (Rattus norvegicus). TONGKU NIZWAN
SIREGAR dan MUSLIM AKMAL.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak vesikula
seminalis terhadap peningkatan jumlah ekspresi cAMP Responsive Element
Modulator (CREM) pada sel Sertoli tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini
menggunakan 20 ekor tikus putih, galur Wistar, berumur 3-4 bulan dengan berat
badan antara 250-300 g. Tikus dikelompokkan secara acak menjadi empat
kelompok (K1, K2, K3 dan K4). Kelompok K1 dan K2 merupakan kelompok
kontrol yang diberi 0,2 ml/ekor NaCl fisiologis dan 25 ?g/ekor cloprostenol
(Prostavet C, Virbac S.A), sedangkan kelompok K3 dan K4 sebagai kelompok
perlakuan diberi ekstrak vesikula seminalis dengan dosis masing-masing 0,2 dan
0,4 ml/ekor secara intraperitoneal. Lama perlakuan adalah 60 hari, pada setiap
kelompok diberi perlakuan sebanyak 5 kali dengan interval 12 hari. Pada akhir
perlakuan, seluruh tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis. Testis
dipisahkan dari ductus epididimis untuk pembuatan preparat histologis.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ekspresi molekul CREM dengan
menggunakan metode imunohistokimia. Data hasil penelitian dianalisis dengan
menggunakan analysis of variance (ANOVA) pola searah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak vesikula seminalis dengan dosis 0,2 dan
0,4 ml/ekor tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap peningkatan jumlah
ekspresi molekul CREM pada sel Sertoli, tubulus seminiferus testis tikus putih.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK