<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24200">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH JERUK BALI (CITRUS MAXIMA (BURM.) OSBECK) TERHADAP PROFIL ELIMINASI PARASETAMOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AULIA RIZKHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari buah jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Osbeck) terhadap profil eliminasi parasetamol, meliputi konstanta laju eliminasi dan waktu paruh eliminasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan  9 ekor kelinci (Orictolagus cuniculus) jantan sebagai hewan coba, yang dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu Kontrol Negatif (parasetamol dosis 50 mg/1,5 kgBB), Perlakuan I  (sari buah jeruk bali 2,1 mL/1,5 kgBB tiap 5 menit selama 25 menit dan parasetamol dosis 50  mg/1,5 kgBB) dan Perlakuan II  (sari buah jeruk bali 10,5 mL/1,5 kgBB tiap 5 menit selama 25 menit dan parasetamol dosis 50  mg/1,5 kgBB). Sampel darah diambil setelah pemberian parasetamol secara oral pada waktu 10, 15, 20, 30, 40, 50, 60, 90, 120, 150, 180 dan 240 menit. Darah lalu disentrifugasi sehingga diperoleh plasma darah, yang kemudian digunakan untuk penetapan kadar obat secara spektrofotometri didasarkan pada metode Glynn dan Kendal. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan konstanta laju eliminasi dan peningkatan waktu paruh eliminasi pada kelompok yang diberi sari buah jeruk bali (Perlakuan I dan II) dimana konstanta laju eliminasi Kontrol Negatif, Perlakuan I dan II masing-masing sebesar 0,732 + 0,332/jam, 0,406 + 0,130/jam  dan 0,361 + 0,138/jam. Sementara waktu paruh eliminasi  Kontrol Negatif sebesar 1,083 + 0,465 jam, Perlakuan I sebesar 1,840 + 0,620 jam dan Perlakuan II 2,088 + 0,671 jam. &#13;
&#13;
Kata kunci: parasetamol, jeruk bali, profil eliminasi, konstanta laju eliminasi, waktu paruh eliminasi&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24200</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-26 16:29:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-15 15:34:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>