<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24194">
 <titleInfo>
  <title>FASCIOLA GIGANTICA DAN PARAMPHISTOMUM PADA SAPI ACEH DENGAN PENEKANAN PADA BODY CONDITION SCORE DAN PENGARUH JENIS KELAMIN TERHADAP INTENSITAS PARASIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizka Ayuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang infestasi Fasciola gigantica dan Paramphistomum spp dalam kaitannya dengan Body Condition Score (BCS) dan pengaruh jenis kelamin sapi Aceh terhadap intensitas parasit yang disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh. Sampel yang digunakan 33 ekor sapi jantan dan 32 ekor sapi betina. Identifikasi telur Fasciola gigantica dan Parampistomum spp dilakukan dengan metode sedimentasi modifikasi borray, yang menggunakan twins 80. Data dianalisis secara deskriptif dan Uji Student T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total prevalensi Fasciola gigantica 49,2% yang terdiri dari prevalensi pada sapi jantan 48,48% dan 50% pada sapi betina. Rataan jumlah telur Fasciola gigantica per gram feses 2,65, dengan rataan jumlah telur per gram feses Fasciola gigantica pada sapi jantan 2,76 dan  sapi betina 2,56. Uji Student T-tets menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata (P&gt;0,05) antara intensitas jumlah telur pada sapi jantan dan betina. Prevalensi Paramphistomum spp pada jantan 72,72 % dan 81,25% dengan jumlah prevelensi keseluruhan 76,92%. Sedangkan rataan telur Paramphistomum spp per gram tinja adalah 5,37 dengan 42,62 telur per gram tinja  jantan dan 10,29 telur per gram tinja betina. Setelah dilakukan Uji Student T-test, terdapat perbedaan yang nyata (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24194</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-26 12:40:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-27 11:10:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>