KAJIAN PENGARUH HABITAT PEMELIHARAAN, DAMPAK EKONOMI DAN PERSEPSI PETERNAK TERHADAP FASCIOLOSIS PADA KERBAU SIMEULUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN PENGARUH HABITAT PEMELIHARAAN, DAMPAK EKONOMI DAN PERSEPSI PETERNAK TERHADAP FASCIOLOSIS PADA KERBAU SIMEULUE


Pengarang

Ikhwan Jamil - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200120014

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi fasciolosis pada kerbau simeulue yang disembelih di rumah potong hewan (RPH) Sinabang. Selain itu juga menganalisis pengaruh fasciolosis terhadap nilai ekonomi dan persepsi peternak kerbau simeulue. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi observasi dengan cara total sampling pada periode Juli sampai dengan September 2015. Ternak kerbau yang disembelih diamati perubahan patologi hati. Kemudian dilakukan pengambilan sampel feses secara acak dengan pendekatan cross-sectional. Dilakukan wawancara dengan kuisioner terstruktur. Perhitungan nilai ekonomi dilakukan dengan menggunakan modifikasi rumus Mebrahtu dan Beka (2013). Sejumlah 58 kerbau simeulu yang dipelihara kawasan persawahan dan 2 ekor dari perkebunan sawit dikumpulkan sebagai sampel dan berdasarkan jenis kelamin sejumlah 49 ekor betina dan 11 ekor jantan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan organ hati akibat fasciolosis. Seterusnya diambil sampel feses sejumlah 140 sampel, yang terdiri atas 70 sampel feses dari kawasan pemeliharaan di persawahan dan 70 sampel feses dari perkebunan sawit. Masing-masing terdiri atas 35 kerbau jantan dan 35 kerbau betina. Pemeriksaaan sampel dilakukan dengan modifikasi metode Borray. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan perhitungan nilai Odds ratio (OR) yang dilanjutkan dengan uji Chi-Kuadrat. Hasil wawancara dianalisis dengan cara diskriptif. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi fasciolosis di RPH Sinabang mencapai 95% (CI: 86.3-98.29), sedangkan hasil perkiraan kerugian ekonomi senilai Rp. 138.800.000-./tahun. Nilai ekonomi menjadi Rp. 907.904.000,-. dengan penghitungan jumlah keerbau yang disembelih dan dikirim keluar daerah pada tahun 2015. Sedangkan prevalensi fasciolosis pada ternak kerbau dari kawasan persawahan dan perkebunan sawit masing-masing mencapai 84,29% (CI 74.01-90.99) dan 67.14% (CI 55.5-77). Prevalensi berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa pada kerbau jantan dan betina masing-masing yaitu 81.43% (CI 70.77-88.81) dan 70% (CI 58.46-79.46). Dari hasil kuisioner diketahui bahwa pola pemeliharaan ternak kerbau simeulue umumnya masih secara tradisional (ekstensif) (93%), kemudian sebagian besar peternak kurang mengetahui tentang infestasi fasciolosis (78%) namun demikian para peternak akan mengobati kerbaunya jika terinfestasi fasciolosis (71%).

Kata Kunci: Kerbau Simeulu, Fasciolosis, Nilai ekonomi, RPH Sinabang

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK