<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24117">
 <titleInfo>
  <title>EFEK KOSMETIKA PENGGUNAAN CAMPURAN DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS F.) SEGAR DAN KERING DENGAN VASELIN TERHADAP LUKA BAKAR DERAJAT IIB PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wahdini Rizky</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui effek kosmetika penggunaan campuran daun kedondong (Spondias dulcis F.)  segar dan kering dengan vaselin terhadap luka bakar derajat IIB pada tikus putih (Rattus norvegicus). Tikus putih Galur Wistar sebanyak 18 ekor, berjenis kelamin jantan, berumur 2-3 bulan dan berat badan 200-300 gram. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok perlakuan, yaitu P1 (vaselin), P2 (daun kedondong segar dan vaselin), dan P3 (daun kedondong kering dan vaselin) masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ekor tikus. Luka bakar derajat IIB dibuat pada punggung tikus menggunakan solder listrik yang terhubung dengan logam berdiameter 1,5 cm. Perawatan dilakukan 2 kali sehari selama 21 hari. Pengambilan sampel pada hari ke 7, 14, 21 dan  dibuat preparat histopatologi diwarnai dengan hematoxylin eosin. Parameter  diamati secara makroskopik diameter kesembuhan luka dan mikroskopik distribusi jaringan kolagen yang dianalisis secara skoring. Hasil penelitian secara makroskipik menunjukkan bahwa kelompok P1 pengecilan diameter luka (12,30  ± 0,99)  P2 (14,00 ± 6,26)  dan P3 (13,50 ± 5,61) pengamatan secara mikroskopik   serabut kolagen pada kelompok P3 lebih besar nilai (2,33 ± 1,30)  P2 (2,20  ± 1,11) dan PI (1,13 ± 1,02). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara makroskopik pengecilan diameter luka lebih cepat pada kelompok P1dari pada P2, dan P3, dan secara mikroskopik lebih cepat kelompok P3. Pada kelompok P3 terdapat serabut kolagen luka bakar yang lebih banyak dari P2 dan P1.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24117</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-22 10:44:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-22 11:03:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>