Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERANAN GURU DALAM PROSES SOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SMALB LABUI BANDA ACEH
Pengarang
Rizka Maulinda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1106101030031
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Ekonomi (S1) / PDDIKTI : 87203
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini berjudul Peranan Guru dalam Proses Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMALB Labui Banda Aceh. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam proses sosialisasi anak berkebutuhan khusus di SMALB Labui Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di SMALB Labui yang berjumlah 5 orang. Objek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMALB Labui Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data/informasi yang telah didapatkan dari berbagai sumber, baik dari hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi. Setelah menelaah dilanjutkan dengan reduksi data yang dilakukan dengan jalan abstraksi yaitu dengan membuat rangkuman inti dan menyajikan dalam bentuk deskripsi dengan mengambil kesimpulan dari hasil wawancara kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru sebagai korektor yaitu mengoreksi terlebih dahulu kepribadian anak berkebutuhan khusus, selanjutnya peranan guru sebagai inspirator adalah memberikan inspirasi dengan cara menceritakan fakta-fakta yang dapat dicontoh secara langsung dalam kesehariannya, kemudian peranan guru sebagai motivator yaitu guru berperan dengan menjanjikan sebuah reward jika anak-anak tersebut mampu menunjukkan sikap yang lebih baik, kemudian peranan guru sebagai supervisor yaitu dengan melakukan pengawasan yang sangat aktif agar sikap anak berkebutuhan khusus dapat terkontrol dengan baik dan peranan guru sebagai evaluator yaitu untuk melakukan penilaian terhadap kepribadian anak berkebutuhan khusus dengan cara melihat sejauh mana perubahan sikap dari anak-anak tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranan guru sebagai korektor, inspirator, motivator, supervisor, dan evaluator telah diterapkan dalam proses sosialisasi anak berkebutuhan khusus sehingga sikap anak berkebutuhan khusus sudah mengalami peningkatan yang lebih baik.
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH (SRI WAHYUNI, 2019)
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SUATU PENELITIAN PADA SDN 25 BANDA ACEH) (suryani, 2014)
GAMBARAN PERTUMBUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH DASAR LUAR BIASA DI BANDA ACEH (Novi Rista Ananda, 2016)
GAMBARAN PERTUMBUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH DASAR LUAR BIASA DI BANDA ACEH (Novi Rista Ananda, 2014)
KESIAPAN GURU KELAS DALAM MENANGANI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD NEGERI 1 KOTA BANDA ACEH (RAFIDATUL CHAIRIDA, 2020)