FENOMENA GOLPUT DI KECAMATAN BANDA RAYA PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2014 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

FENOMENA GOLPUT DI KECAMATAN BANDA RAYA PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2014


Pengarang

Ardiansyah. A - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010103010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pelaksanaan pemilu pada suatu daerah baik itu legislatif maupun eksekutif selalu diwarnai dengan munculnya golongan putih atau golput. golongan ini menjadi mengkhawatirkan, karena golput tidak mendukung pemilihan umum yang sudah ada sejak dulu di negeri ini. Jumlahnya cukup banyak bahkan menyamai dan melebihi dengan jumlah suara tertinggi dalam suatu pemilu atau pilkada.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan penyebabmasyarakat kecamatan Banda Raya memutuskan menjadi golput pada pemilihan presiden 2014 dan menjelaskan serta mencarikan solusi untuk menekan angka golput pada pemilihan presiden 2014.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankualitatif deskriptif yang didapatkan melalui penelitian kepustakaan dan lapangan dengan penentuan sampel secara purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab masyarakat kecamatan Banda Raya memutuskan menjadi golput pada pemilihan presiden 2014 disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah tingkat pendidikan yang rendah, sikap apatisme yang tinggi, hilangnya kepercayaan masyarakat kepada calon presiden dan wakil presiden dan tingkat perekonomian masyarakat yang masih rendah. Maka dariitu masyarakat lebih memilih menjadi golput dikarenakan hak yang tidak pernah di realisasikan oleh pemimpin-pemimpin terpilih.
Diharapkan kepada para calon-calon pemimpin hendaknya lebih menghargai rakyat. “Janganlah kalian menyakiti hati rakyat, mengecewakan rakyat dengan janji-janji palsu bahkan menipu rakyat untuk kesenangan pribadi, karena rakyat kalian bisa menjadi pemimpin, karena rakyat kalian jadi terpandang” dan diharapkan kapada para pemimpin lebih amanah dalam menjalankan kewajiban dalam memimpin, karena kelak akan di pertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK