Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDA YANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE(TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Pengarang
VIVI ROSANDI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1407101030118
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kanker payudara merupakan suatu keganasan dengan adanya penyebaran
sel epitel yang membatasi duktus atau lobus payudara. Salah satu terapi kanker
payudara dengan kemoterapi yang berguna untuk membunuh sel-sel kanker.
Pasien yang menjalani kemoterapi cenderung mengalami mual dan muntah
terutama pada rejimen yang berpotensi emetogenik/ mual dan muntah tinggi
seperti Taxotere Adriamycin Cyclophosphamide(TAC) sehingga berpengaruh
pada hemodinamik menyebabkan komplikasi medik yang berefek terhadap
kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar proporsi mual dan
muntah akut dan tertunda yang diinduksi kemoterapi dengan rejimen TAC pada
penderita kanker payudara di ruang Mamplam III BLUDRSUD dr. Zainoel
Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional bersifat
deskriptif dengan desain cross sectional surveydan pengambilan sampel
dilakukan secara accidental samplingmelibatkan 23 pasien. Hasil penelitian
terhadap 23 pasien menunjukkan 73,9% mual akut, 52,2% muntah akut, 95,7%
mual tertunda, dan 56,5% muntah tertunda. Berdasarkan karakteristik demografi,
usia yang paling banyak mengalami mual dan muntah akut maupun tertunda
adalah kelompok usia 41-60, pasien dengan kanker stadium IIIB lebih dominan
mengalami mual dan muntah akut dan tertunda, dan penggunaan antimetik dengan
premedikasi kombinasi ondansetron dan dexametason dan posmedikasi
dexametason tunggal mempunyai angka pencegahan mualdan muntah yang
sedikit tinggi dari antiemetik dengan premedikasi kombinasi ondansetron dan
dexametason dan posmedikasi kombinasi Ondansetron. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah hampir semua penderita kankerpayudara yang menjalani
kemoterapi dengan rejimen TAC mengalami mual dan muntah akut maupun
tertunda.
Kata kunci: Kanker payudara, Kemoterapi TAC, Mual dan muntah
Tidak Tersedia Deskripsi
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDA YANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE(TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (VIVI ROSANDI, 2016)
KUALITAS HIDUP PENDERITA RNKANKER PAYUDARA RNYANG MENJALANI KEMOTERAPI RNDI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH SEPTEMBER S.D OKTOBER 2011 (desti purnamasari, 2014)
GAMBARAN DERAJAT NYERI BERDASARKAN NUMERICAL RATING SCALE (NRS) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA (Ade Putri Rinanda Ayoumi, 2014)
KAJIAN JUMLAH TROMBOSIT SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI SIKLUS I PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (JAVIER ARRAZI, 2017)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ONDANSETRON ORAL PRA KEMOTERAPI TERHADAP TERJADINYA MUAL-MUNTAH PASCA KEMOTERAPI PADA PASIEN KEGANASAN KEPALA LEHER (Fatahillah, 2025)