<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="23870">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TEMPERING TERHADAP PERILAKU KOROSI BAJA KARBON SEDANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RENHAT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses tempering terhadap perilaku korosi baja karbon sedang pada daerah lingkungan korosif dimana spesimen diuji dalam air laut buatan. Spesimen pengujian diberi perlakuan panas hardening diikuti dengan proses tempering dengan temperatur 250°C, 350°C, 450°C dan 550°C dengan waktu penahanan 30 menit dan didinginkan pada udara terbuka. Pengukuran perilaku korosi pada baja karbon dilakukan dengan mengukur energi potensial dari setiap benda uji. Pengukuran dilakukan sebelum proses pada raw material dan setelah dikenakan proses tempering. Pengukuran energi potensial pada baja karbon dilakukan dengan menggunakan potensiostat/galvanostat dengan cara memberikan arus secara anodik dan katodik pada benda uji. Data dari hasil pengujian yang didapat akan membentuk kurva anodik dan katodik yang disebut juga kurva polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan  nilai  Ecorr  tertinggi  berada  pada  benda  uji  raw  material   yaitu  -0,395 V dan yang terendah  pada benda uji dengan  temperatur  tempering  350°C yaitu  -0,638 V. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses tempering yang dilakukan berpengaruh terhadap perilaku korosi baja karbon sedang.</note>
 <subject authority="">
  <topic>WELDING</topic>
 </subject>
 <classification>671.52</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>23870</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-14 16:26:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-08 09:16:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>