STUDI AWAL PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA A36 DALAM MEDIUM KOROSIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI AWAL PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA A36 DALAM MEDIUM KOROSIF


Pengarang

Muhammad Ilham Noor - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1208102010015

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian tentang “Studi Awal Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Inhibitor Korosi Baja A36 dalam Medium Korosif” dengan menggunakan metode weight loss (kehilangan berat). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai laju korosi sampel baja A36 dan efesiensi inhibitor dari ekstrak etanol kulit buah naga merah, selain itu juga untuk mengidentifikasi kandungan antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah naga merah yang mampu digunakan sebagai bahan inhibitor organik berupa senyawa vitamin C, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan saponin. Awalnya kulit buah naga merah diekstrak menggunakan metode maserasi dengan cara merendam serbuk kulit buah naga merah ke dalam pelarut etanol 99,9% selama 5 hari kemudian dipekatkan menggunakan vacum rotary evaporator. Hasil ekstrak lalu dicampurkan kedalam larutan HCl 3% dan NaCl 3% dengan variasi ekstrak untuk masing-masing medium 2 ml, 4 ml, 6 ml, 8 ml dan 10 ml, kemudian dilakukan perendaman sampel selama 8 hari dengan dimensi 3 cm x 1,5 cm x 1,14 mm. Pengujian fitokimia dan FTIR menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga memiliki kandungan antioksidan yang mampu digunakan sebagai inhibitor organik. Dari hasil penelitian menggunakan metode weight loss menunjukkan nilai laju korosi terendah pada medium HCl 3% yaitu pada penambahan inhibitor 10 ml dengan nilai laju korosi yaitu 0,0463 cm/yr, sedangkan tanpa penambahan inhibitor nilai laju korosi yaitu sebesar 0,5714 cm/yr. Pada medium NaCl 3% nilai laju korosi terendah yaitu pada penambahan inhibitor 10 ml sebesar 0,0061 cm/yr dan nilai laju korosi tertinggi yaitu tanpa penambahan inhibitor sebesar 0,0120 cm/yr. Sedangkan efesiensi inhibitor ekstrak pada larutan HCl 3% tertinggi adalah pada penambahan ekstrak 10 ml dengan efesiensi 91,89 % sedangkan pada larutan NaCl 3% efesiensi tertinggi adalah pada penambahan ekstrak 10 ml dengan efesiensi 49,16 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK