<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="23836">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN SENGKETA ANTAR NELAYAN (SUATU STUDI DI LHOK LAMTEUNGOH. KECAMATAN PEUKAN, ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. NANTA UMAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
T. NANTA UMAR	:	 PENYELESAIAN SENGKETA &#13;
2016		ANTAR NELAYAN&#13;
		(Suatu Studi di Lhok Lamteungoh, kecamatan Peukan Bada,  Aceh Besar)&#13;
           		(v, 55) pp, bilb, app&#13;
                    		Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala	&#13;
					&#13;
	 Basri, S.H.,M.H.&#13;
Penyelesaian sengketa dapat dilakukan secara nonlitigasi (diluar pengadilan). Undang-Undang No. 30 tahun 1999 tentang penyelesaian sengketa alternatif dan pada tingkatan PerDa/Qanun penyelesaian sengketa adat ditentukan dalam Qanun No. 9 tahun 2008 tentang pembinaan kehidupan adat dan istiadat, salah satunya ada sengketa laut.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dari penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Lhok dan akibat hukum yang timbul dengan mengunakan metode penyelesian sengketa.&#13;
Penelitian ini mengunakan metode penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu hasil wawancara  dengan panglima laot dan nelayan dikawasan Lhok Lamteugoh. sumber data sekunder meliputi jurnal-jurnal, buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan dan hasil penelitian lainnya.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Lhok Lamtegoh diantaranya adalah membiarkan saja (lumping it), mengelak (Advoidance), negosiasi dan mediasi dan  Akibat hukum yang timbul dalam penyelesaian sengketa tersebut adalah akibat hukum para pihak, para pihak yang menyelesaikan sengketa harus patuh terhadap kesepakatan yang lahir dari penyelesaian sengketa, jika dilanggar maka akan dikenakan sanksi adat, yang diberikan oleh panglima laot.&#13;
Diharapkan kepada berbagai pihak yang termasuk pihak panglima laot, akademisi, praktisi dan  lembaga pemerintahan untuk melakukan pendokumentasian dan penelitian secara komperatif terhadap penyelesaian sengketa laot dan sosialisasi pengarsipan berita acara untuk administrasi panglima laot agar lebih teratur, tertib dan terdatanya setiap kasus-kasus yang terjadi di lhok Lamteungoh.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>23836</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-14 11:45:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-14 11:57:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>