Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG KEUMIREU
Pengarang
Suroso - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105106010001
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Eksploitasi lahan secara berlebihan yang dilakukan tidak berdasarkan pertimbangan kaidah konservasi lahan yang baik, akan mengakibatkan lahan produktif akan berangsur-angsur berubah menjadi lahan kritis. Berubahnya suatu lahan produktif menjadi lahan kritis dapat ditandai dengan terjadinya penurunan fungsi kemampuan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menampung, menyerap, menyimpan serta mengalirkan air. Akibatnya dapat mempengaruhi sumber daya air secara fungsi hidrologis, atau merusak ekosistem DAS yang ada. Untuk itu perlu dilakukan tindakan pengidentifikasian distribusi lahan kritis yang menjadi permasalahan di suatu kawasan DAS dengan metode pemetaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan distribusi tingkat lahan kritis di Sub DAS Krueng Keumireu yang merupakan bagian hulu dari DAS Krueng Aceh.
Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis erosivitas diperoleh menggunakan persamaan Bols, besarnya laju erosi dan TBE dihitung dengan menggunakan persamaan USLE. Penilaian lahan kritis dilakukan berdasarkan pengalian nilai bobot dan skor untuk setiap kriteria dan hasil pengkalian lalu dijumlahkan dengan demikian akan diperoleh nilai skor total lahan kritis yang kemudian dapat dibagi dalam beberapa kelas tingkat kekritisan lahan. Hasil distribusi tingkat kekritisan lahan selanjutnya di-overlay terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Hasil penelitian diperoleh bahwa di Sub DAS Krueng Keumireu mempunyai kelas laju erosi dengan kriteria sangat rendah (60,06 %), rendah (27,64 %), sedang (11,13 %) dan tinggi (1,17 %) serta kelas tingkat bahaya erosi diperoleh mulai dari sangat ringan (59,00 %), ringan (19,02 %), sedang (4,51 %), berat (9,66 %) dan sangat berat (7,81 %). Distribusi total lahan kritis pada Sub DAS Krueng Keumireu dengan tingkat kekritisan sangat kritis (0,51 %), kritis (37,51 %), agak kritis (17,10 %), potensial kritis (29,76 %) dan tidak kritis (15,12 %). Berdasarkan hubungan tingkat kekritisan lahan terhadap perubahan pola ruang (penggunaan lahan 2013 dan RTRW) memberikan perubahan penggunaan lahan seperti rumput dan semak dalam kawasan budidaya direncanakan perutukannya untuk areal perkebunan, sementara seluruh areal yang terdapat dalam kawasan lindung di luar kawasan hutan akan dimanfaatkan utuk areal hutan produksi dan tambang. Wilayah yang berada dalam kawasan hutan lindung akan tetap dipertahankan fungsinya sebagai hutan yang dilindungi. Hal ini dikarenakan hampir di setiap semua penggunaan lahan berada pada keadaan lahan dengan tingkat kekritisan mulai dari sangat kritis sampai dengan tidak kritis, sehingga dengan adanya RTRW yang telah ditetapkan akan dapat memperbaiki keadaan lahan kritis menjadi lahan yang produktif.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MELALUI PENDEKATAN SKORING PADA BEBERAPA SUB DAS DI DAS KRUENG ACEH (CINDY OLIVIA, 2025)
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENYUSUNAN BASIS DATA TINGKAT BAHAYA EROSI SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR (Maulidawati, 2016)
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG KEUMIREU (Suroso, 2016)
PENGGUNAAN CITRA SPOT DAN SIG UNTUK MENENTUKAN LAHAN KRITIS DI DAS KRUENG TRIPA BAGIAN HULU KABUPATEN GAYO LUES (Syahrizal, 2025)
ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR (Hilda Sury, 2018)