Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK PASIEN ASMA PENGGUNA INHALASI BETA-2 AGONIS DAN ATAU KORTIKOSTEROID YANG MENGALAMI SEROSTOMIA DI POLI PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH
Pengarang
MUHAMMAD FADIL - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1207101070040
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.238
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Serostomia adalah keluhan subjektif pasien terhadap rasa kering rongga mulut. Individu yang mengalami serostomia berisiko lebih tinggi terhadap permasalahan rongga mulut seperti mukositis, gingivitis, ulserasi, periodontitis, kandidiasis dan perubahan pengecapan rasa. Bronkodilator Beta-2 agonis adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit asma yang populasi penderitanya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasien asma pengguna inhalasi Beta 2 agonis dan atau kombinasi kortikosteroid yang mengalami serostomia di Poli Paru RSUD Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Pada penelitian ini jumlah subjek sebanyak 28 pasien asma yang menggunakan inhalasi Beta-2 agonis kombinasi kortikosteroid. Subjek penelitian yang mengalami serostomia ditentukan dengan pengisian kuisioner Vander Putten dan data dianalisis deskriptif univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan 28 pasien asma secara keseluruhan mengalami serostomia, jumlah subjek yang lelaki lebih sedikit dibandingkan dengan wanita. Pada penggunaan dosis inhalasi di atas 400mcg menunjukkan (83,3%) mengalami serotomia berat dan tidak ada yang mengalami serostomia ringan, semua subjek menggunakan obat kombinasi Beta-2 agonis dan kortikosteroid dan (21,42%) mengalami serostomia berat. Pada asma persisten berat diketahui (83,3%) mengalami serostomia berat, pada penggunaan dosis tunggal >100mcg tidak ada yang mengalami serostomia ringan. Kesimpulan dari penelitian adalah semua pasien asma mengalami serostomia dan terdapat perbedaan distribusi pada usia, jenis obat, dosis tunggal Beta-2 agonis, dosis kombinasi, tingkat keparahan asma.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN INDEKS KARIES PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN (Rosalina Devi, 2016)
GAMBARAN PERIODONTITIS KRONIS PADA PASIEN ASMA YANG MENGGUNAKAN INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID (STUDI PADA POLIKLINIK PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH) (Imam Fithrawan, 2017)
GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN (Rismanidar, 2016)
HUBUNGAN TINGKAT KONTROL ASMA DENGAN DERAJAT BERAT ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI POLI PARU RSUDZA BANDA ACEH (IDA MULYANI, 2016)
HUBUNGAN TINGKAT KONTROL ASMA DENGAN DERAJAT BERAT ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI POLI PARU RSUDZA BANDA ACEH (IDA MULYANI, 2014)