PENGARUH KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN BAJAK PIRING DAN PEMUPUKAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN BAJAK PIRING DAN PEMUPUKAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.)


Pengarang

DARA SYARANITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105106010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengolahan tanah dimaksudkan untuk menjaga aerasi dan kelembaban tanah
sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga pertumbuhan akar dan penyerapan
unsur hara oleh akar tanaman dapat berlangsung dengan baik. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan kedalaman
pengolahan tanah dengan bajak piring dan pemberian pupuk kompos terhadap
pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.).
Peralatan yang digunakan terdiri dari satu unit traktor roda empat, bajak
piring, penetrometer, cangkul, sekop, ring sample, meteran, parang dan alat
pendukung lainnya. Bahan yang digunakan adalah benih kacang hijau Varietas
VIMA-I dan pupuk kompos. Selain itu juga digunakan insektisida merek Decis
untuk pencegahan hama dan penyakit tanaman. Rancangan yang digunakan
adalah rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dimana rancangan ini terdiri
dari dua faktor yang diteliti, yaitu kedalaman pengolahan tanah (K) terdiri dari
tiga taraf : K
1(kedalaman 20 cm), K
2(kedalaman 25 cm) dan K
3(kedalaman 30
cm). Faktor kedua adalah pemupukan kompos (P) yaitu P
1(pemupukan 10 kg plot-1) dan P
2(pemupukan 20 kg plot-1), dengan diperoleh 6 kombinasi perlakuan
dan dilakukan 3 kali ulangan serta terdapat 18 unit plot percobaan. Pengamatan
yang dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman antara lain : tinggi tanaman (cm),
jumlah daun (helai), lingkaran kanopi tanaman (cm), panjang akar tanaman (cm),
bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan (gram).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman pengolahan tanah secara
interaktif berpengaruh nyata terhadap beberapa sifat fisika tanah, yaitu : bobot isi,
porositas total, pori air tersedia, permeabilitas tanah, indeks stabilitas agregat
tanah namun tidak berpengaruh nyata terhadap pori drainase cepat dan pori
drainase lambat. Kedalaman pengolahan tanah juga tidak berpengaruh nyata
terhadap sifat mekanika tanah, yaitu tahanan penetrasi tanah. Perlakuan
pemupukan kompos secara interaktif berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman
10 HST, jumlah daun tanaman 10 HST, jumlah daun 30 HST dan lingkaran
kanopi tanaman 30 HST. Namun pemupukan kompos tidak berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman 20 HST dan 30 HST, jumlah daun tanaman 20 HST,
bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Pertumbuhan tinggi
tanaman yang tertinggi ketika umur tanaman 30 HST terdapat pada perlakuan
pengolahan tanah dengan kedalaman 25 cm dan pemupukan kompos dengan taraf
20 kg plot-1 yaitu 36,3 cm. Hal ini dikarenakan pada kedalaman 25 cm adalah
kedalaman tanah yang bagus untuk media pertumbuhan tanaman dan pemupukan
kompos dengan dosis yang tepat akan memperbaiki struktur tanah. Berdasarkan
nilai rata-rata dari data pertumbuhan tanaman, tanaman yang pertumbuhannya
paling bagus terdapat pada perlakuan pengolahan tanah dengan kedalaman 25 cm
dan pemupukan kompos dengan taraf 20 kg plot-1.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK