Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA DI ACEH SEBELUM DAN SESUDAH DANA OTONOMI KHUSUS
Pengarang
ARSAN ROLANDA PRATAMA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1309200010046
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai, perbedaan kecenderungan, dan pengaruh terhadap indeks ketimpangan kabupaten/kota di Aceh sebelum (2004-2007) dan sesudah (2008-2013) dana otonomi khusus diberikan serta untuk membuktikan teori “U-terbalik” Kuznet. Penelitian ini menggunakan teknik analisis indeks theil, regresi data panel, dan regresi non-linier. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan indeks theil total dengan migas setelah dana otonomi khusus sebesar 0,07523514 sedangkan indeks theil total tanpa migas mengalami kenaikan sebesar 0,006691008. Hasil penelitian regresi data panel dengan Random Effect Method (REM) menunjukkan variabel pertumbuhan ekonomi dan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh terhadap ketimpangan dengan migas. Pada tanpa migas, variabel pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia berpengaruh terhadap ketimpangan yang terjadi di Aceh dan kedua variabel tersebut mengalami perubahan koefisien sebelum dan sesudah dana otonomi. Hasil penelitian regresi non-linier menunjukkan teori kurva “U-terbalik” Kuznet berlaku di 11 kabupaten/kota pada klasifikasi dengan migas dan berlaku di 10 kabupaten/kota pada klasifikasi tanpa migas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketimpangan yang terjadi di Aceh disebabkan oleh ketimpangan antar kelompok (Between) sebesar 23,23% dengan migas dan 8,94% tanpa migas serta ketimpangan dalam kelompok (Within) sebesar 76,77% dengan migas dan antar 91,06% tanpa migas. Penurunan indeks theil total dengan migas dipicu sebagai akibat dari penurunan kontribusi sektor migas pada struktur PDRB dan perubahan kecenderungan dari variabel pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia memberikan efek yang tidak lebih baik dari sebelum pemberian dana otonomi khusus diberikan. Pemerintah Aceh diharapkan dapat menjadikan dana otonomi khusus sebagai alat untuk meminimalisir angka ketimpangan di luar tujuan pokoknya.
Tidak Tersedia Deskripsi
COMPARISON OF ECONOMIC GROWTH BETWEEN NORTH SUMATERA PROVINCE AND ACEH PROVINCE BEFORE AND AFTER THE AUTONOMY FUNDS (SULTHAN ZUHDI, 2024)
ANALISIS PENGELOLAAN DANA TRANSFER OTONOMI KHUSUS PEMERINTAH ACEH MELALUI SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (MALKANIAR, 2017)
EFEKTIVITAS PENGALOKASIAN DANA OTONOMI KHUSUS TERHADAP PEMBANGUNAN DI ACEH (STUDI KASUS MASA PEMERINTAHAN IRWANDI YUSUF-NOVA IRIANSYAH 2017-2022) (FARAH FADHILA, 2022)
ANALISIS DANA PERIMBANGAN DAN KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DI PROVINSI ACEH (saifuunizar, 2013)
PENGARUH ALOKASI DANA OTONOMI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI ACEH: PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI PEMODERASI (Reka Yulianti, 2024)