PENGARUH JENIS SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH JENIS SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT


Pengarang

Fakhrur Razi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton mutu tinggi merupakan beton yang memiliki kuat tekan lebih besar dari 40
MPa (SNI-PD-T-04-2004-C). Beton mutu tinggi ini biasa digunakan pada gedung
bertingkat tinggi, jembatan dengan bentang yang panjang dan lebar, bendungan
yang besar, dan konstruksi lain yang membutuhkan beban yang besar. Campuran
pada beton mutu tinggi harus menggunakan material pembentuk beton dengan
kualitas yang tinggi dan faktor air semen (FAS) yang rendah. Penggunaan semen
dalam campuran beton mutu tinggi sangatlah besar jumlahnya. Semen sebagai
bahan pengikat dalam campuran beton mutu tinggi dapat digantikan sebagian
dengan bahan mineral lainnya yang mengandung unsur SiO2, AlO3, Fe2O3, dan CaO
seperti abu cangkang sawit. Beton mutu tinggi dengan tambahan abu cangkang
sawit mempunyai viscositas yang tinggi sehingga tidak workability (susah
dikerjakan) sehingga perlu ditambahkan superplasticizer. Superplasticizer yang
digunakan ada 3 jenis, yaitu sikament LN ( sebanyak 1% dari berat semen),
sikament NN (sebanyak 1,5% dari berat semen), dan viscocrete 10 (sebanyak 1,5%
dari berat semen). Material penyusun beton adalah split (batu pecah) dengan ukuran
maksimum 12 mm, pasir, air, semen Portland tipe I, bahan tambah kimia
superplasticizer, dan abu cangkang sawit. FAS yang digunakan adalah sebesar 0,3.
Cangkang sawit yang digunakan adalah sebesar 10 % dari berat semen. Benda uji
yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder berdiameter 150 mm dengan
tinggi 300 mm. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 7 hari, 28 hari, dan 56
hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuat Tekan, nilai Modulus Elastisitas,
dan Energi Kehancuran maksimum diperoleh pada beton dengan bahan tambah abu
cangkang sawit dan superplasticizer viscocrete 10(1,5% dari berat semen).
Penggunaan superplasticizer 10 menghasilkan workbilitas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan beton tanpa penambahan superplasticizer. Pola retak yang
terjadi pada saat pengujian kuat tekan adalah shear, cone and split, cone and
shear,cone, dan columnar.
Kata kunci : beton mutu tinggi, abu cangkang sawit, Superplasticizer, kuat tekan,
modulus elastisitas, hubungan tegangan regangan, pola retak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK