Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KENDURI LAOT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI (STUDI PENELITIAN DI GAMPONG SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG ACEH SELATAN)
Pengarang
Sri Alfianti Rezeki - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0910101010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
KENDURI LAOT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI
(Studi Penelitian di Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Aceh Selatan)
Perkembangan zaman kian maju dan modern, namun nilai-nilai dalam masyarakat Sawang Ba’u sampai saat ini masih tetap dijaga dan dilestarikan dengan baik. Salah satu tradisi yang masih dijalankan di Gampong Sawang Ba’u adalah tradisi kenduri laot sebagaimana daerah-daerah lainnya di pesisir pantai barat-selatan. Kenduri laot merupakan tradisi turun temurun di Sawang Ba’u dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat nelayan di daerah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui potret pelaksanaan kenduri laot di Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Aceh Selatan. Kedua, untuk mengetahui kearifan lokal yang tersembunyi pada acara kenduri laot di Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Aceh Selatan. Ketiga, untuk mengetahui urgensi kenduri laot dengan rasa syukur bagi masyarakat Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Aceh Selatan. Teori yang digunakan adalah teori kultur. Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini juga diperoleh dari informan kunci. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan kenduri laot di Gampong Sawang Ba’u, telah mengalami perubahan dari yang mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan agama Islam menjadi ritual keagamaan yang menjunjung nilai-nilai syari’at Islam. Kenduri laot dilaksanakan di pinggir pantai gampong Sawang Ba’u. Secara umum, pada setiap kenduri laot, selalu dilaksanakan dengan bacaan zikir, shalawat, bacaan ayat suci dan ditutup dengan pembacaan doa, serta diakhiri ritual tersebut dengan makan bersama seluruh hadirin. Kearifan lokal yang tersembunyi pada acara kenduri laot di Gampong Sawang Ba’u sepeti penetapan uro pantang laot, penegasan kata pantang diucapkan oleh nelayan di laut seperti menyebut kata “gunung” atau “tanoh mayang (tanah tinggi)”, lheuh (lepas). Kearifan lokal lainnya yang tercipta adalah kebersamaan, silaturrahmi dan saling membantu antar sesama nelayan. Kenduri laot sebagai ekspresi rasa syukur atas rezeki yang telah diperoleh oleh nelayan dan sekaligus memohon keselamatan kepada Allah SWT agar nelayan selamat dalam melaksanakan aktivitasnya di laut. Namun yang harus dipahami bahwa kenduri laot bukanlah kenduri tulak bala atau kenduri rabu abeh yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar tahun Hijriah.
Kata Kunci : Kanduri Laot, Perspektif Sosiologi, Kultur
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMANFAATAN DANA DESA DALAM PENGEMBANGAN BUMG DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN (Herlisma, 2018)
SIKAP BAHASA MASYARAKAT GAMPONG SAWANG INDAH KECAMATAN LABUHANHAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN TERHADAP BAHASA INDONESIA (RIZKHA NOVIA ZARMA, 2022)
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN TARI RATOH BANTAI DI KECAMATAN SAWANG ACEH SELATAN (yenni Junita, 2024)
PROSES PENYELESAIAN JARIMAH KHALWAT (MESUM) DI KECAMATAN SAWANG, ACEH SELATAN (WARDI SAPUTRA, 2021)
OPTIMALISASI KOLAM LABUH BERDASARKAN JUMLAH KAPAL DAN PRODUKTIVITAS HASIL TANGKAPAN DI PPI SAWANG BA’U KABUPATEN ACEH SELATAN (Irwansyah, 2025)