EVALUASI STANDAR KEBUTUHAN TULANGAN PADA KONSTRUKSI SLOOF BETON BERTULANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI STANDAR KEBUTUHAN TULANGAN PADA KONSTRUKSI SLOOF BETON BERTULANG


Pengarang

Putra Aulia Kesuma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010097

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang harus dilakukan secara efisien dalam segala keterbatasan sumber daya. Salah satu sumber daya proyek yang paling penting adalah biaya. Estimasi biaya dapat dihitung menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013. Untuk sloof beton bertulang terdapat sebuah analisis yang menggabungkan semua kebutuhan material termasuk tulangan. Pada analisa tersebut, kebutuhan tulangan dinyatakan sebesar 210 kg/m3 beton. Standar ini berbasis pada SNI 7394:2008 tentang tata cara perhitungan harga satuan pekerjan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan. Mengingat beragamnya desain komponen struktur bangunan disebabkan letak geografis dan fungsi bangunan, maka diperlukan suatu kajian yang lebih rinci untuk menjawab permasalahan ini. Penelitian ini ditujukan untuk memberi informasi sejauh mana standar AHSP terkait sloof beton bertulang dapat diberlakukan dalam menghitung biaya bangunan. Proses penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder untuk setiap zona gempa 10 dan 15 berdasarkan peta gempa SNI 1726:2012, data sekunder berisikan gambar desain bangunan, dan rincian anggaran biaya. Dari hasil analisis diperoleh informasi bahwa rasio kebutuhan tulangan sloof beton bertulang pada zona 15 adalah 203,761 kg/m3 sampai 233,829 kg/m3 dengan rasio rata-rata sebesar 215,172 kg/m3. Rasio kebutuhan tulangan sloof beton bertulang pada zona 10 adalah 198,027 kg/m3 sampai 217,259 kg/m3 dengan rasio rata-rata sebesar 209,830 kg/m3. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rasio kebutuhan tulangan sloof beton bertulang zona 15 adalah 2,5% lebih besar dari standar AHSP sloof beton bertulang, dan 0,08 % lebih kecil dari standar AHSP sloof beton bertulang pada zona 10.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK