HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (CARA BERITERAKSI ANTARA RELAWAN AKSI CEPAT TANGGAP DENGAN PENGUNGSI ROHINGYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (CARA BERITERAKSI ANTARA RELAWAN AKSI CEPAT TANGGAP DENGAN PENGUNGSI ROHINGYA)


Pengarang

UMI TAMALA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “hambatan komunikasi antarbudaya (cara
berinteraksi antara relawan Aksi Cepat Tanggap dengan pengungsi Rohingya)”.
Tujuannya untuk mengetahui bagaimana cara berinteraksi antara relawan Aksi
Cepat Tanggap dengan pengungsi Rohingya, faktor-faktor yang menjadi
hambatan antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohinya dalam
berintraksi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi
simbolik. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam
pemilihan informannya, untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan
model analisis data Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa cara berinteraksi antara relawan Aksi Cepat Tanggap
dengan pengungsi Rohingya dengan mengunakan non verbal, komunikasi
antarbudaya antara relawan Aksi Cepat Tanggap dengan pengungsi Rohingya
masih belum efektif karena dalam proses komunikasi antarbudaya tidak bisa
terlepas dari faktor-faktor penghambat dalam berkomunikasi. Dalam penelitian ini
terdapat hambatan yaitu bahasa . Hal tersebut dapat diatasi karena adanya bantuan
penerjemah bahasa yaitu Khairul Amin dan Muhammad Salim yang menerjemah
bahasa Inggris. Khairul Amin, Muhammad Siraz dan Hasan Ali yang menerjemah
bahasa Melayu. Dan juga dengan faktor pendukung lainnya yaitu non verbal atau
alat peraga saat mereka berkomunikasi.
Kata Kunci: Hambatan Komunikasi Antarbudaya, Relawan ACT dan
Pengungsi Rohingya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK