Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MAKNA GANGGUAN JIWA(STUDIFENOMENOLOGIPADAKELUARGAPASIENSKHIZOFRENIADIRUMAHSAKITJIWA ACEH)
Pengarang
Khalida Zia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1210101010078
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Gangguan jiwa (Mental Disorder) adalah pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia.Jumlah penderita gangguan jiwa terus menunjukkan peningkatan, salah satunya adalah skizoprenia.Skizoprenia merupakan penyakit gangguan jiwa berat yang pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah, tidak sesuai dengan dunia nyata.Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita skizofrenia di Indonesia mencapai 1,7% per 1000. Prevalensi tertinggi berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh yaitu 2,7%.Aceh termasuk daerah prevalensi tertinggi gangguan jiwa di Indonesia, karena Aceh merupakan daerah pasca konflik yang berlangsung selama 32 tahun danjuga terkenal dengan penggunaan NAPZA. Ditambah lagi Aceh juga pernah mengalami bencana yang maha dahsyat yaitu Tsunami pada tahun 2004 silam. Faktor inilah yang membuat masyarakat Aceh mengalami trauma berkepanjangan dan sangat berisiko mengalami gangguan jiwa.Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Lokasi penelitian dilakukan diPoli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Aceh. Dengan informan adalah lima orang keluarga yang dipilih secara pusposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna gangguan jiwa berat atau skizofrenia bagi keluarga pasien dipengaruhi oleh factor penyebabnya. Berdasarkan temuan penelitian, factor itu terbagi dua yaitu genetika dan sosio kultural. Faktor genetika mendapat pemaknaan yang lebih mudah bagi keluarga dan masyarakat sedangkan factor sosio cultural membutuhkan proses yang lebih lama untuk diterima keluarga dan masyarakat.
Kata Kunci : Skizofrenia, Genetika, SosioKultural.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN PEER GROUP STIGMA MAHASISWA KEPERAWATAN TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KOTA BANDA ACEH (Putri Maina, 2020)
ASUPAN MAKANAN HARIAN PASIEN PENDERITA GANGGUAN JIWA YANG DISAJIKAN PIHAK RUMAH SAKIT JIWA ACEH (Muliana, 2016)
PENGGUNAAN MODEL VARIMA UNTUK MENGESTIMASI JUMLAH PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID, GANGGUAN PSIKOTIK DAN SKIZOFRENIA TAK TERINCI (STUDI KASUS RUMAH SAKIT JIWA ACEH) (NUR ISMI, 2019)
STIGMA MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR (Desi Putriyani, 2016)
GAMBARAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI DESA LAMBARO SAMAHANI (Anisa Humaira Yanda, 2026)