PENDEKATAN PSIKOLOGI SOSIAL BAGI PEREMPUAN KORBAN KONFLIK PASCA PERDAMAIAN ( SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN IDI RAYEUK - ACEH TIMUR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENDEKATAN PSIKOLOGI SOSIAL BAGI PEREMPUAN KORBAN KONFLIK PASCA PERDAMAIAN ( SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN IDI RAYEUK - ACEH TIMUR)


Pengarang

RIZKI MAULINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110103010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

xi
ABSTRAK
Konflik bersenjata antara GAM dan TNI telah membuat perubahan dalam diri
perempuan korban konflik di kecamatan Idi Rayeuk. Perasaan trauma akibat konflik
telah mempengaruhi psikologis, sosial maupun ekonomi mereka.Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi
kondisi psikologi sosial perempuan korban konflik di Aceh Timur sehingga perasaan
trauma masih ada sampai saat ini dan mengetahui kepedulian serta tindakan
pendekatan psikologi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan bantuan apa saja
yang telah di realisasikan pemerintah Aceh terhadap perempuan-perempuan korban
konflik di Aceh Timur tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan
untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara, sedangkan penelitian
kepustakaan untuk memperoleh data berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.
Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak korban konflik yang ada di Idi
Rayeuk yang masih merasakan trauma akibat konflik bersenjata yang menimpa
mereka dan keluarganya, serta belum adanya pemberdayaan secara maksimal dan
efektif yang diberikan pemerintah kepada seluruh perempuan korban konflik.
Disarankan kepada pemerintah agar dapat melakukan perubahan dan perlu adanya
pendekatan psikologi sosial terhadap mereka, memberikan pemberdayaan serta
pemulihan kondisi psikologi dengan cara terbentuknya program konseling yang
diharapkan dapat membantu memperbaiki kehidupan perempuan korban konflik
yang ada di Idi Rayeuk secara lebih maksimal.
Kata kunci: psikologi sosial, peace building, perempuan korban konflik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK