PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN TRADE RELATED ASPECT OF INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS (TRIPS) WTO YANG DILAKUKAN AUSTRALIA TERKAIT DENGAN ROKOK PRODUK INDONESIA (STUDI KASUS TENTANG KEBIJAKAN KEMASAN POLOS PRODUK ROKOK OLEH AUSTRALIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN TRADE RELATED ASPECT OF INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS (TRIPS) WTO YANG DILAKUKAN AUSTRALIA TERKAIT DENGAN ROKOK PRODUK INDONESIA (STUDI KASUS TENTANG KEBIJAKAN KEMASAN POLOS PRODUK ROKOK OLEH AUSTRALIA)


Pengarang

LAINATUSSARA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1203101010161

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
LAINATUSSARA, PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN
2016 TRADE RELATED ASPECT OF INTELLECTUAL
PROPERTY RIGHTS (TRIPs) WTO YANG
DILAKUKAN AUSTRALIA TERKAIT DENGAN
ROKOK PRODUK INDONESIA (Studi Kasus
tentang Kebijakan Kemasan Polos Produk Rokok
oleh Australia)
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala
(viii, 60) pp., tbl., bibl., appdx.
(Nurdin MH, S.H., M.Hum.)
Kedaulatan suatu negara untuk mengeluarkan suatu kebijakan atau
peraturan dalam bidang perdagangan internasional dibatasi oleh berlakunya
ketentuan-ketentuan dalam World Trade Organization (WTO), terutama bagi
negara-negara yang telah meratifikasi GATT/WTO. Apabila negara mengeluarkan
aturan dan/atau kebijakan yang bertentangan dengan ketentuan WTO akan
mengakibatkan negara tersebut digugat oleh negara lain. Seperti yang terjadi
dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Australia. Indonesia menggugat
Australia ke WTO atas aturan dan/atau kebijakan kemasan polos produk rokok
(The Tobacco Plain Packaging Act 2011) yang diberlakukan oleh Australia.
Kebijakan tersebut bertentangan dengan ketentuan WTO, khususnya ketentuan
TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights).
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan
pelanggaran dari kebijakan kemasan polos produk rokok yang diberlakukan oleh
Australia terhadap TRIPs terkait dengan perlindungan terhadap merek dagang dan
upaya hukum yang dilakukan Indonesia terhadap kebijakan kemasan polos produk
rokok oleh Australia.
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian
kepustakaan yaitu dengan mempelajari serta menganalisa konvensi, peraturan
perundang-undangan, buku, surat kabar, tulisan ilmiah, dan literatur-literatur yang
relevan dengan skripsi ini.
Hasil penelitian dari penulisan skripsi ini menunjukkan bahwa kebijakan
kemasan polos produk rokok Australia telah melanggar beberapa pasal yang
diatur dalam ketentuan TRIPs, khususnya terhadap aspek merek dagang.
Kebijakan yang diberlakukan oleh Australia tersebut akan berimplikasi luas pada
perdagangan internasional. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Indonesia
telah melakukan upaya hukum berupa menggugat Pemerintah Australia ke
Dispute Settlement Body (DSB) WTO.
Disarankan WTO nantinya dapat mengeluarkan keputusan yang sesuai
dengan harapan Indonesia agar Pemerintah Australia segera mencabut kebijakan
kemasan polos produk rokok yang diberlakukan oleh Australia dan Pemerintah
Indonesia diharapkan untuk tetap sabar menunggu keputusan dari Dispute
Settlement Body (DSB) WTO sebelum memutuskan untuk melakukan upaya
hukum selanjutnya terhadap Australia.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK