KEBERADAAN MEMORANDUM OF UNDERSTANDING HELSINKI DALAM KONSIDERANS QANUN ACEH (SUATU ANALISA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEBERADAAN MEMORANDUM OF UNDERSTANDING HELSINKI DALAM KONSIDERANS QANUN ACEH (SUATU ANALISA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN)


Pengarang

AAN RISNANDA VALEVI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1103101010339

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

iii
KEBERADAAN MEMORANDUM OF
UNDERSTANDING HELSINKI DALAM
KONSIDERANS QANUN ACEH (SUATU ANALISA
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NEGARA
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011
TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v,60),pp.,bibl.,app..
ABSTRAK
Aan Risnanda Valevi,
2016
Kurniawan, S.H., LLM.
Bab I, huruf B.3, angka 19, Lampiran II Undang-Undang Negara Republik
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
menyebutkan bahwa, pokok pikiran pada konsiderans Undang–Undang, Peraturan
Daerah Provinsi, atau Peraturan Daerah Kabupaten/Kota memuat unsur filosofis,
sosiologis, dan yuridis yang menjadi pertimbangan dan alasan pembentukannya
yang penulisannya ditempatkan secara berurutan dari filosofis, so siologis, dan
yuridis.
Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian yuridis-normatif.
Metode penelitian hukum normatif (normative legal research), yakni metode yang
menganalisis asas-asas hukum yang terkandung dalam peraturan perundangundangan dengan membandingkannya dengan pendapat para ahli atau sarjana
yang terangkum dalam buku-buku, jurnal, atau karya ilmiah lainnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan isi konsiderans
suatu peraturan perundang-undangan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Untuk
mengetahui dan menjelaskan latar belakang dicantumkannya MoU Helsinki dalam
Konsiderans Qanun Aceh. Untuk mengetahui dan menjelaskan konsekuensi
hukum terhadap produk peraturan perundang-undangan yang mengandung cacat
formil. Dan untuk mengetahui dan menjelaskan tindakan apa yang dapat
dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan yang mengandung cacat formil
dan lembaga negara apa yang berwenang mengadilinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi konsiderans suatu peraturan
perundang-undangan harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh
Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011.
Dicantumkannya MoU Helsinki dalam konsiderans Qanun Aceh dilatarbelakangi
oleh kurangnya pemahaman mengenai teknik perundang-undangan dalam
pembentukan Qanun Aceh yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terhadap peraturan perundang-undangan yang mengandung cacat formil,
konsekuensi hukumnya harus dilakukan upaya revisi. Dan mengadakan upaya uji
formil terhadap qanun-qanun Aceh yang terindikasi mengandung cacat formil di
dalamnya, maka uji formil dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atau sering
disebut dengan eksecutive review selanjutnya diputuskan apakah qanun tersebut
sepatutnya di revisi agar dapat kembali diberlakukan.
Disarankan kepada pihak yang berwenang membuat suatu perundangundangan (Eksekutif/Legislatif) Aceh agar lebih memperhatikan hirarki
perundang-undangan serta tidak mencantumkan MoU Helsinki pada konsideran
menimbang pada sebuah produk Qanun.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK