<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="23039">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HAK CIPTA SINEMATOGRAFI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA (SUATU KAJIAN PADA PEMBUATAN VIDEO PARODI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZIANA MAHFUZZAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
ZIANA MAHFUZZAH,  PERLINDUNGAN HAK CIPTA SINEMATOGRAFI&#13;
2016     BERDASARKAN  UNDANG-UNDANG  NOMOR  28 &#13;
TAHUN  2014  TENTANG  HAK  CIPTA  (Suatu  Kajian &#13;
Pada Pembuatan Video Parodi)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v,57),pp.,tabl.,bibl&#13;
(Khairani, S.H.,M.Hum)&#13;
Sinematografi  merupakan  salah  satu  karya  cipta  yang  dilindungi  oleh &#13;
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014  tentang Hak Cipta (UUHC)  yaitu  tercantum &#13;
dalam Pasal 40 ayat (1) huruf m. Karya sinematografi dapat berupa karya yang dibuat &#13;
dalam pita seluloid, pita video, piringan video, cakram optik dan/atau media lain yang &#13;
memungkinkan  untuk  dipertunjukan  di  bioskop,  layar  lebar,  televisi,  atau  media &#13;
lainnya  seperti video klip dan film.  Pada prakteknya banyak ditemukan pelanggaran &#13;
terhadap  karya  sinematografi,  seperti  pada  pembuatan  video  parodi  dimana &#13;
pembuatnya mengubah karya aslinya baik sebagian maupun secara keseluruhan.&#13;
Tujuan  penulisan  skripsi  ini  adalah  untuk  menjelaskan  bagaimana &#13;
perlindungan  hukum  terhadap  karya  cipta  sinematografi  berdasarkan  UUHC,  untuk &#13;
menjelaskan  apakah  pembuatan  video  parodi  terhadap  suatu  karya  sinematografi  di&#13;
kualifikasikan ke dalam pelanggaran terhadap UUHC dan untuk menjelaskan upaya &#13;
hukum  yang  dapat  dilakukan  oleh  pencipta  sinematografi  terhadap  pihak  lain  yang &#13;
membuat  video  parodi  atas  karya  sinematografi  ciptaannya  serta  memanfaatkannya &#13;
secara komersil tanpa izin pencipta.&#13;
Penelitian  yang  digunakan  untuk  menjawab  permasalahan  dalam  penelitian &#13;
ini adalah yuridis normatif  (legal research). Untuk  memperoleh data penelitian maka &#13;
cara yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan melakukan penelitian &#13;
kepustakaan (library research). &#13;
Berdasarkan  hasil  penelitian  diketahui  bahwa  karya  cipta  sinematografi &#13;
merupakan  salah  satu  ciptaan  yang  dilindungi  oleh  UUHC  seperti  yang  tercantum &#13;
dalam Pasal 40 ayat (1) huruf m.  Meskipun  tidak didaftarkan, perlindungan tersebut &#13;
timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk nyata  seperti dalam &#13;
bentuk video atau  film , hal ini  sesuai dengan  prinsip deklaratif hak cipta.  Pembuatan &#13;
video  parodi  dapat  dikatakan  sebagai  pelanggaran  hak  cip ta  sinematografi  apabila &#13;
pencipta video parodi tersebut dengan sengaja dan secara melawan hukum melakukan &#13;
hak-hak eksklusif pencipta terkait dengan hak ekonomi  dan hak moral pencipta  yang &#13;
di  atur  dalam  Pasal  9  dan  Pasal  5  UUHC.  Apabila  pihak  lain  memanfaatkan  suatu &#13;
karya sinematografi  secara komersil  tanpa seizin pencipta,  UUHC menetapkan upaya &#13;
hukum yang dapat ditempuh oleh pencipta ialah dengan menggunakan dua  alternatif &#13;
penyelasaian sengketa, yaitu secara litigasi maupun non litigasi.&#13;
Berdasarkan  hasil  penelitian  disarankan  agar  pemerintah  memperbaharui &#13;
UUHC  dengan  memperhatikan  perkembangan  teknologi  informasi  berbasis &#13;
internet  saat  ini  dan  melakukan  sosialisasi  kepada  masyarakat  akan  pentingnya &#13;
perlindungan  hak  cipta.  Terkait  dengan  pelanggaran  hak  cipta  sinematografi,&#13;
disarankan agar pemerintah lebih tegas dalam menanggulangi  pelanggaran hak cipta &#13;
dan  kepada  pencipta  juga  disarankan  untuk  mendaftarkan  ciptaannya  ke  Direktorat &#13;
Jendral HKI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COPYRIGHT - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.048 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>23039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-29 14:31:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-23 16:54:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>