PERANAN TUHA PEUT DALAM PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA GAMPONG DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (KAJIAN BERDASARKAN QANUN ACEH BESAR NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PEMERINTAHAN GAMPONG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERANAN TUHA PEUT DALAM PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA GAMPONG DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (KAJIAN BERDASARKAN QANUN ACEH BESAR NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PEMERINTAHAN GAMPONG)


Pengarang

FAJAR ANDI SAPUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1203101010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

i
ABSTRAK
FAJAR ANDI SAPUTRA, PERANAN TUHA PEUT DALAM PENETAPAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
2016 GAMPONG DI KECAMATAN BAITUSSALAM
KABUPATEN ACEH BESAR (Kajian
Berdasarkan Qanun Aceh Besar Nomor 11 Tahun
2009 tentang Pemerintahan Gampong)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 82), pp.,bibl., tabl.
(Andri Kurniawan, SH.,MH)
Qanun Aceh Besar Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pemerintahan Gampong
telah memperluas peran, fungsi dan kewenangan Tuha Peut sebagaimana tercantum
dalam Pasal 45. Salah satu tugas dan fungsi Tuha Peut yang paling utama di bidang
pengawasan keuangan gampong. Meski demikian, keberadaan lembaga Tuha Peut
sampai saat ini masih belum efektif. Sebenarnya lembaga tersebut merupakan jalur
koordinasi penting dalam penggunaan keuangan gampong. Oleh sebab itu, tidak
sedikit Keuchik sebagai kuasa pengguna anggaran sering memperlihatkan sikap
”menguasai penuh anggaran” dalam pengelolaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas peranan Tuha Peut dalam
penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG), mengungkapkan
hambatan rendahnya keterlibatan Tuha Peut dalam menjalankan tugas dan fungsi
terhadap penetapan APBG dan menjelaskan upaya peningkatan peran dan fungsi
Tuha Peut dalam menjalankan fungsi Anggaran di Kecamatan Baitussalam
Kabupaten Aceh Besar.
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode
yuridis-empiris. Yuridis adalah, proses pengumpulan data dengan memanfaatkan
dalil-dalil dan komposisi yang berkenaan dengan pembahasan seperti buku, jurnal
dan peraturan perundang-undangan serta qanun Aceh Besar. Sementara
pengumpulan data emperis yaitu, dengan memanfaatkan studi dokumentasi dan
wawancara pada subjek atau sampel yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan peran Tuha Peut dalam penetapan APBG di
Kecamatan Baitussalam secara umum belum mampu berdiri secara independen
berdasarkan tugas dan fungsinya mengenai tata kelola keuangan gampong. Hal ini
kurang sesuai sebagaimana amanah di dalam Qanun Aceh Besar Nomor 11 Tahun
2009 Pasal 45 huruf a mengenai keterlibatannya dalam membahas, menyetujui dan
mengawasi APBG. Hambatan dan tantangan terhadap keterlibatan Tuha Peut di
Kecamatan Baitussalam yaitu, belum adanya etika dan norma pengawasan yang
baku, dimensi kesukuan ”asoe lhok”, Tuha Peut sebagai lawan politik keuchik, dan
pelatihan Tuha Peut lebih cenderung teoritis dan kurang bersifat praktis.
Tuha Peut seharusnya dapat independen seperti halnya lembaga legislatif di
tingkat kabupaten/kota. Untuk itu perlu adanya sarana yang ideal seperti kantor dan
Keuchik juga perlu mencari jalan keluar terhadap kebutuhan dana operasional
tahunan bagi Tuha Peut. Pihak kabupaten perlu memperhatikan kembali teknis, etika
dan norma pengawasan yang jelas bagi Tuha Peut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK