KENDALA DAN SOLUSI PANWASLU DALAM MENGAWASI PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANDA ACEH PADA PEMILUKADA TAHUN 2012 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KENDALA DAN SOLUSI PANWASLU DALAM MENGAWASI PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANDA ACEH PADA PEMILUKADA TAHUN 2012


Pengarang

MAULIDAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910103020004

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

324.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Terselenggaranya dengan aman dan lancar Pemilukada 9 April tahun 2012 untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh tidak terlepas dari kinerja Panwaslu sebagai Panitia Pengawas di lapangan yang memiliki beberapa kendala yang agak lambat penyelesaiannya ketika menemukan pelanggaran yang terjadi seperti adanya politik uang, intimidasi serta kampanye dimasa tenang. Kendala-kendala yang dihadapi Panwaslu dalam melaksanakan tugasnya tidak menyurutkan kinerja Panwaslu terhadap tanggung jawab yang dimilikinya.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kendala yang dihadapi Panwaslu dan menjelaskan solusi yang dilakukan Panwaslu dalam menghadapi kendala pada Pemilukada Walikota dan wakil Walikota Banda Aceh pada Tahun 2012.
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan mengkaji buku-buku, peraturan perundang undangan, dan bahan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, kemudian penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi Panwaslu dalam menjalankan pengawasannya pada Pemilukada Walikota dan wakil Walikota Banda Aceh Tahun 2012 yang pertama pelanggaran administrasi, kedua pelanggaran pidana serta yang ketiga pelanggaran kode etik. Solusi yang dilakukan Panwaslu antara lain bekerja sama dengan masyarakat agar masyarakat bisa dan mau terbuka terhadap kejadian yang terjadi disekitar agar Panwaslu bisa mengusut setiap pelanggaran dengan cepat serta meningkatkan pengawasan untuk meminimalisirkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
Harapan kepada semua pihak, antara lain kandidat-kandidat, partai politik, masyarakat dan juga termasuk Panwaslu agar dapat saling bekerja sama dalam menangani pelanggaran yang terjadi dilapangan agar dapat terlaksananya pemilukada yang adil dan aman bagi semuanya seperti yang diharapkan.
Kata kunci: Panwaslu, Pemilukada

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK