ANALISIS RANTAI NILAI DAN DAYA SAING GULA MERAH TEBU DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS RANTAI NILAI DAN DAYA SAING GULA MERAH TEBU DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Bagio - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200240037

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Produk pertanian dalam bentuk bahan mentah memiliki nilai ekonomi yang rendah. Oleh karena itu pengembangan pertanian masih memberikan kontribusi yang kecil terhadap pendapatan masyarakat. Peran komoditas terhadap pendapatan masyarakat dapat dilihat dari faktor transfer input dan output, faktor teknologi dan nilai tambah produk akhir pertanian tersebut. Semakin besar nilai tambah produk pada subsistem produksi tersebut maka semakin besar pula perannya terhadap peningkatan pendapatan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai nilai gula merah tebu, seberapa besar nilai tambah ekonomi (EVA) gula merah tebu pada rantai pasok yang berlaku menganalisis tingkat daya saing komparatif gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, menggunakan data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan rantai nilai dan daya saing gula merah tebu Kabupaten Aceh Tengah. Model analisis yang digunakan dengan metode deskriptif, Analisis Economic Value Added (EVA) dan menggunakan Biaya Sumberdaya Domestik (BSD). Hasil penelitian rantai nilai yang di Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari 3 pelaku yaitu petani, industri dan pedangang gula merah, berdasarkan analisis EVA, menunjukan bahwa nilai tambah petani lebih besar dari nilai tambah yang diperoleh pabrik pengolahan maupun pedagang gula merah tebu yaitu sebesar 83,53%, petani merupakan faktor penentu dalam rantai nilai gula merah tebu. Usahatani tebu di Kabupaten Aceh Tengah memiliki keungulan komperatif dengan nilai KBSD antara 0,496 sampai 0,596. Setelah dilakukan analisis sensitivitas, nilai KBSD masih lebih kecil dari 1, aktivitas ekonomi tersebut mempunyai keunggulan komparatif. Analisis sensitivitas, menunjukan bahwa usahatani tebu di Kabupaten Aceh Tengah memiliki keungulan komperatif dengan nilai KBSD < 1. Artinya suatu aktivitas ekonomi gula merah tebu tebu, efisien secara ekonomi dalam pemanfaatan sumberdaya domestik, atau suatu aktivitas ekonomi tersebut mempunyai keunggulan komparatif.

Kata kunci : Gula Merah Tebu, Rantai Nilai, Sumberdaya Domestik, Keunggulan Komperatif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK