PROSES ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA NON-ACEH SAAT MENJALANKAN KULIAH KERJA NYATA (KAJIAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA NON-ACEH SAAT MENJALANKAN KULIAH KERJA NYATA (KAJIAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA)


Pengarang

Teuku Iqbal Caesar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Proses Adaptasi Budaya Mahasiswa Non-Aceh Saat menjalankan Kuliah Kerja Nyata (Kajian Komunikasi Antarbudaya terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala dan bentuk-bentuk gegar budaya yang timbul pada mahasiswa non-Aceh serta upaya-upaya yang dilakukan untuk beradaptasi dengan lingkungan kuliah kerja nyata (KKN) mereka. Penelitian ini menggunakan teroi ineraksionisme simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi (pengamatan) non-partisipan terhadap informan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang berasal dari fakultas-fakultas berbeda di Universitas Syiah Kuala. Informan dipilih secara acak dengan menggunakan kriteria berupa mahasiswa non-Aceh yang telah menyelesaikan mata kuliah KKN. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap informan mengalami gegar budaya saat menjalankan KKN. Gegar budaya masih dialami meski para informan sudah lama menetap di Banda Aceh karena perbedaan budaya yang dimiliki pada lingkungan KKN masing-masing informan. Bentuk-bentuk gegar budaya yang dialami meliputi penampilan, bahasa yang digunakan dan adat-istiadat yang berlaku di lingkungan KKN. Para informan melakukan adaptasi untuk mengatasi gegar budaya dengan berinteraksi, mengikuti kebiasaan masyarakat dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan selama KKN berjalan. Kendala bahasa sehari-hari yang berbeda dengan di lingkungan sebelumnya diatasi dengan menggunakan bahasa non-verbal seperti memberi isyarat juga dengan meminta bantuan teman kelompok KKN atau masyarakat yang mengerti dan bisa menerjemahkan bahasa tersebut.
Kata Kunci : Proses Adaptasi budaya, Mahasiswa Non-Aceh, Kuliah Kerja Nyata, Komunikasi Antarbudaya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK