<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22884">
 <titleInfo>
  <title>PEMBINAAN TERPIDANA ANAK PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK LHOKNGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZUHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>i&#13;
ABSTRAK&#13;
ZUHRA,&#13;
2016&#13;
Pembinaan  Terpidana  Anak  Pelaku  Kekerasan  Seksual  di &#13;
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Lhoknga.&#13;
(v,58),pp.,bibl.,app.&#13;
(Ida Keumala Jempa, S.H.M.H.)&#13;
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan Pasal 1 &#13;
ayat  (5)  menyebutkan  warga  binaan  pemasyarakatan  adalah  narapidana,  anak &#13;
didik  pemasyarakatan,  dan  klien  pemasyarakatan.  Pasal  2  menyebutkan  sistem &#13;
pemasyarakatan  diselenggarakan  dalam  rangka  membentuk  warga  binaan &#13;
pemasyarakatan  agar  menjadi  manusia  seutuhnya,  menyadari  kesalahan, &#13;
memperbaiki  diri,  dan  tidak  mengulangi  tindak  pidana  sehingga  dapat  diterima &#13;
kembali  oleh  lingkungan  masyarakat,  dapat  aktif  berperan  dalam  pembangunan, &#13;
dan  dapat  hidup  secara  wajar  sebagai  warga  yang  baik  dan  bertanggung  jawab.&#13;
Pembinaan  yang  diberikan  di  Rutan  Lhoknga  belum  maksimal,  dikarenakan &#13;
banyak diantara narapidana  yang sudah keluar dari  Lembaga Pembinaan Khusus &#13;
Anak  Lhoknga  sikapnya  belum  berubah,  dan  masih  melakukan  kejahatan  yang &#13;
sama.&#13;
Penelitian  ini  dilakukan  bertujuan  untuk  mengetahui  dan  menjelaskan &#13;
proses pembinaan yang diberikan kepada terpidana anak pelaku kekerasan seksual &#13;
dan  hambatan  yang  dihadapi  dalam  pelaksanaan  proses  pembinaan  serta  upaya &#13;
mengatasi  hambatan  proses  pembinaan terhadap terpidana anak pelaku kekerasan&#13;
seksual. &#13;
Penelitian  ini  dilakukan  di  Lembaga  Pembinaan   Khusus  Anak  Lhoknga&#13;
menggunakan  metode  kepustakaan  dan  penelitian  lapangan  untuk  mendapatkan &#13;
data primer dan sekunder.&#13;
Berdasarkan penelitian yang  dilakukan  maka hasil yang diperoleh  proses &#13;
pembinaan  ada  berbagai  kegiatan  yaitu  tausiah  pada  hari  senin  dan  kamis&#13;
pelatihan  marhaban,  pengajian  Al-Qur’an,  Kitab,  dan  senam  jantung  sehat. &#13;
Hambatan  yang  mempengaruhi  pelaksanaan  pembinaan  narapidana  yaitu&#13;
rendahnya  pengetahuan  dan  pendidikan  petugas  dan  tidak  adanya  tenaga &#13;
professional,  seperti  dokter,  psikolog,  perawat,  rohaniwan  serta  konseling &#13;
keagamaan  serta  tidak  adanya  pembinaan  khusus  anak  ataupun  khusus  untuk &#13;
pelaku  kekerasan  seksual.  Serta  untuk  mengatasi  hambatan  proses  pembinaan&#13;
yaitu  harus  adanya  lembaga  khusus  untuk  anak,  terutama  dalam  hal  kekerasan &#13;
seksual,  memberikan  pelatihan  khusus  kekerasan  seksual  terhadap  petugas  dan &#13;
merekrut  petugas  yang  pendidikan  minimal  Diploma  2  (D2)    dan    didatangkan &#13;
tenaga professional, seperti dokter, psikolog, perawat, rohaniwa n serta jika perlu &#13;
konseling keagamaan.&#13;
Disarankan  kepada  pihak  Lembaga  Pembinaan   Khusus  Anak  Lhoknga&#13;
untuk  mendatangkan  tenaga  professional  seperti  dokter,  psikolog,  perawat, &#13;
rohaniwan  dan  jika  perlu  konseling  keagamaan  untuk  membantu  u paya &#13;
pembinaan terhadap terpidana anak pelaku kekerasan seksual agar lebih maksimal &#13;
serta  diharapkan  dapat  memberikan  keterampilan  yang  lebih  kepada  narapidana &#13;
seperti pelatihan teknis, dan lain sebagainya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22884</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-28 16:09:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-29 10:19:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>