<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22821">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KONSEP PERLINDUNGAN SAKSI DALAM PERKARA PIDANA MENURUT HUKUM PIDANA INDONESIA DAN HUKUM PIDANA ISLAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibnu Sabil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
IBNU SABIL,&#13;
2016&#13;
PERBANDINGAN  KONSEP  PERLINDUNGAN &#13;
SAKSI DALAM PERKARA PIDANA MENURUT &#13;
HUKUM  PIDANA  INDONESIA  DAN  HUKUM &#13;
PIDANA ISLAM&#13;
FAKULTAS  HUKUM  UNIVERSITAS  SYIAH &#13;
KUALA&#13;
(v, 60), pp., tabl., bibl.,&#13;
(Dr. DAHLAN ALI, S.H., M.Hum., M.Kn.)&#13;
Keberhasilan  peradilan  pidana  sangat  tergantung  pada  alat  bukti  yang &#13;
berhasil diungkap dalam proses peradilan, terutama yang berkenaan dengan saksi &#13;
dan  korban.  Dalam  hukum  pidana,  perlindungan  terhadap  saksi  dan  korban &#13;
dilaksanakan  oleh  LPSK  berdasarkan  UU  No.  13  tahun  2006  tentang &#13;
perlindungan  saksi  dan  korban.  Pasal  3  menegaskan  Perlindungan  saksi &#13;
berasaskan  pada  penghargaan  atas  harkat  dan  martabat  manusia,  rasa  aman, &#13;
keadilan,  tidak  diskriminatif  dan  kepastian  hukum.  Ditinjau  dari  sistem  hukum &#13;
Islam  terkait  perlindungan  saksi  terdapat  dalam  al-Qur’an,  al-hadits  maupun &#13;
pendapat  para  ulama.  Dalam  hukum  Islam  lembaga  yang  memberikan &#13;
perlindungan adalah al-Hisbah yang proses perlindungannya secara hukum ta’zir &#13;
(berdasarkan  kewenangan  ulil  amri).  Menurut  hukum  Islam  perlindungan  itu &#13;
terbagi atas perlindungan terhadap agama, jiwa,  akal,  kehormatan, dan harta, &#13;
Penulisan  skripsi  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  konsep  perlindungan &#13;
saksi  dalam  perkara  pidana  menurut  hukum  pidana  Indonesia  dan  hukum  Islam &#13;
dan menjelaskan analisis perbandingan terhadap perlindungan saksi dalam perkara &#13;
pidana menurut hukum pidana Indonesia dan Hukum Pidana Islam.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif.  Pembahasan skripsi &#13;
ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif komperatif (perbandingan).&#13;
Hasil  penelitian  menjelaskan,  perlindungan  saksi  dalam  hukum  pidana &#13;
dilaksanakan  oleh  LPSK  berdasarkan  UU  No.  13  tahun  2006  tentang &#13;
perlindungan  saksi  dan  korban.  Dan  perlindungan  yang  diberikan  adalah &#13;
perlindungan  terhadap  jiwa,  kehormatan  dan  harta.  Perlindungan  saksi  dalam &#13;
Hukum  Islam  bersumber dari  al-Qur’an,  al-Hadits  dan pendapat ulama. Lembaga &#13;
perlindungan  saksi   dalam  Islam  adalah al  Hisbah  yang  perlindungannya  sesuai &#13;
hukum ta’zir. Persamaan keduanya adalah  sama-sama memiliki kewajiban untuk &#13;
menyampaikan kesaksian secara benar tentang sesuatu yang ia lihat, ia dengar dan &#13;
atau  ia  alami  sendiri  dan  sama-sama  bertujuan  melindungi   para  saksi  dalam &#13;
upaya pemenuhan pemberian rasa aman sehingga terlepas dari ancaman-ancaman &#13;
orang  lain.  Perbedaan  keduanya  adalah   terletak  pada  dasar  hukum,   syarat  dan &#13;
macam-macam saksi, lembaga yang melindungi saksi dan perlindungan saksi.&#13;
Disarankan  kepada  pemerintah  agar  dapat  memasukkan  konsep &#13;
perlindungan  saksi  dalam  Islam  seperti  perlindungan  agama  ke  dalam  undang&#13;
undang Nomor 13 tahun 2006  demi kesempurnaannya.  Disarankan kepada saksi &#13;
agar menyampaikan kesaksiannya secara benar dan bukan kesaksian palsu.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22821</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-28 12:26:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-29 11:02:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>