<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22604">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SIMBOLIK SEBAGAI WUJUD IDENTITAS DIRI PADA KOMUNITAS LESBIAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NABIL CARTYN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini berjudul Komunikasi “Interaksi Simbolik sebagai Wujud Identitas Diri Pada Komunitas Lesbian Di Kota Banda Aceh”. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana bentuk simbol interaksi komunitas lesbian di Kota Banda Aceh, dan mengkaji penggunaan simbol-simbol interaksi sebagai wujud identitas pada lesbian.   Teori   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   menggunakan   teori komunikasi  interaksionisme simbolik.  Metode  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini terdapat 5 (lima) orang informan sebagai lesbian yang ada di Banda Aceh dengan pemilihan informan secara snowball. Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi nonverbal dan verbal yang digunakan oleh komunitas lesbian berjalan lancar dan mereka lebih mudah untuk membuka diri  atau berkomunikasi dengan baik ketika dihadapkan kepada interaksi terhadap sesama lesbian. Simbol verbal yang digunakan oleh komunitas lesbian lebih kepada kerahasian makna dalam berbicara agar tidak diketahui oleh orang lain. Dari sisi simbol-simbol nonverbal lesbian lebih sering menampakan diri di depan umum untuk menyatakan bahwa mereka ada dan memudahkan kaum lesbian mengartikan masksud dari tujuan kepada sesama lesbian. Berdasarkan  beberapa narasumber menyatakan bahwa identitas dirinya pada masyarakat melalui interaksi simboliknya. Lesbian yang memiliki pemahaman konsep diri yang benar, lebih mudah untuk membuka diri atau melakukan coming out. Dengan melihat keberadaan simbol-simbol seorang lesbian, sudah selayaknya kita dapat mebedakan antara wanita hetroseksual dengan wanita lesbian dengan harapan masyarakat dapat menghindari dan berprilaku sebenarnya di kehidupan lingkungan masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Komunikasi Antar Budaya, Interaksi Simbolik, Komunitas Lesbian.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL RELATION</topic>
 </subject>
 <classification>302</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22604</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-24 12:06:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-28 09:24:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>