<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22523">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH GELOMBANG PECAH TERHADAP SEDIMEN FLUKS DI KAWASAN LITORAL TELUK ULEE LHEUE KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arisna Fauzia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pantai Teluk Ulee Lheue merupakan pantai yang mengalami dampak gelombang tsunami pada tahun 2004. Dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap perubahan garis pantai di sekitar teluk. Salah satu tempat terjadinya perubahan garis pantai terletak di wilayah litoral. Sedimen fluks adalah pergerakan sedimen yang dipengaruhi oleh perubahan kecepatan partikel serta konsentrasi sedimen di wilayah litoral. Lama waktu penelitian yaitu selama 6 hari pada ketiga titik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sedimen fluks yang terjadi di kawasan litoral pantai yang berpengaruh terhadap perubahan garis pantai dan mengetahui hubungan arah gelombang pecah yang berpengaruh  terhadap sedimen fluks di wilayah litoral. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer, meliputi: pengukuran arus, pengukuran gelombang, angkutan sedimen serta sudut gelombang datang. Untuk pengambilan data tersebut, digunakan empat alat pengukuran yaitu: water level recorder untuk mengukur ketinggian muka air, current meter untuk mengukur kecepatan arus, turbidity meter untuk mengukur kadar kekeruhan air, serta video camera untuk mengukur sudut gelombang datang. Data yang didapatkan dari pembacaan alat tersebut dianalisa dengan menggunakan bahasa pemograman fortran dan digambarkan pada grafik dengan menggunakan software Igor Pro 6.05. Data video camera dikonversi dari file video MPG menjadi file JPG. Dari hasil analisa sedimen fluk pada Titik A, B dan C diperoleh bahwa sedimen fluks lebih dominan bergerak ke arah selatan dan barat. Sudut antara arus dan gelombang (?) rata-rata yang dihasilkan di Titik A, B, dan C adalah 68°, 79°, dan 74°. Hasil analisa regresi linier menunjukkan bahwa hubungan arah gelombang (?) dan arah sediment littoral transport (?) tidak saling mempengaruhi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22523</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-23 14:07:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-24 09:16:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>