<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22509">
 <titleInfo>
  <title>KESIAPAN APARATUR DESA DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA SECARA AKUNTABILITAS SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI PADA BEBERAPA DESA DI KABUPATEN PIDIE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saifatul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa&#13;
merupakan sebuah produk era reformasi yang menjadi bentuk awal kemandirian&#13;
desa dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun dalam pengelolaan keuangan&#13;
desa. Mengingat dana yang diterima oleh desa jumlahnya cukup besar dan terus&#13;
meningkat setiap tahunnya, maka dalam menyelenggarakan pemerintah dan&#13;
pengelolaan keuangan desa, dibutuhkan kapasitas aparatur desa yang handal dan&#13;
sarana lainnya yang memadai agar pelaksanaannya menjadi lebih terarah dan&#13;
akuntabel. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara empiris&#13;
tentang bagaimana kesiapan aparatur desa dalam pelaksanaan pengelolaan&#13;
keuangan desa secara akuntabilitas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6&#13;
Tahun 2014 tentang Desa.&#13;
Penelitian ini dilakukan di delapan desa di Kabupaten Pidie yaitu Desa&#13;
Bintang Hu, Dayah Baroe, Nien, Lambideng, Arusan, Deyah Blang, Ribeun, dan&#13;
Lampoh Sirong. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif dengan&#13;
menggunakan data kualitatif dan mengumpulkan data dengan metode wawancara&#13;
dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan desa yang&#13;
dijadikan sampel, hanya satu desa yang belum siap dalam proses perencanaan dan&#13;
pertanggungjawaban dana desa. Kendala yang dialami aparatur desa untuk&#13;
pengelolaan keuangan desa adalah kurangnya sumber daya manusia yang handal&#13;
dan faham mengenai pengelolaan keuangan desa, sehingga menyebabkan aparatur&#13;
desa lebih memilih menggunakan jasa pihak ketiga dalam pembuatan dan&#13;
penyusunan laporan yang dibutuhkan untuk pengelolaan keuangan desa.&#13;
Kata kunci: Undang-Undang Desa, Kapasitas Aparatur Desa, Pengelolaan Dana&#13;
Desa, Akuntabilitas</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22509</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-23 13:17:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-24 10:09:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>