Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROSPEK KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK DI KABUPATEN BENER MERIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF ADAT SUMANG
Pengarang
HENDRA YANTI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
110103010015
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Dalam kantor DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota) yang
berada di kabupaten Bener Meriah hanya ada satu orang anggota dewan berjenis
kelamin perempuan, dari 25 anggota dewan yang ada, selanjutnya tidak ada
satupun anggota KIP (Komisi Independen Pemilihan) kabupaten Bener Meriah
yang perempuan, dan Camat maupun Kepala Gampong yang berasal dari
perempuan. Hanya ada beberapa anggota BPK (Badan Pengawasan Kampung)
yang berasal dari unsur perempuan. Minimnya peran perempuan dalam dunia
politik di kabupaten Bener Meriah terjadi hampir disemua kecamatan dan di
semua daerah pemilihan yang ada. Penyebab dari tidak terpilihya perempuan
diakibatkan sebagian besar masyarakat Bener Meriah masih meyakini Adat
Sumang, adat ini selalu menganggap dan mempercayai bahwa kedudukan, peran
serta kepentingan dan segala hal yang berkaitan dengan manusia yang berjenis
kelamin laki-laki harus selalu diutamakan dibandingkan dengan segala hal yang
menyangkut isu mengenai kaum perempuan Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis adat sumang yang menghambat perempuan dalam
ranah politik di kabupaten Bener Meriah dan mengetahui upaya apa saja yang
ditempuh oleh perempuan di kabupaten Bener Meriah agar dapat terlibat dalam
ranah politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan
untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara, sedangkan penelitian
kepustakaan untuk memperoleh data berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.
Hasil penelitian ini menunjukan Adat sumang tidak menghambat perempuan
untuk terlibat dalam ranah politik, hal ini diketahui bahwa tidak ada satupun
aturan dalam adat sumang yang membatasi perempuan untuk terlibat dalam ranah
politik, serta adanya upaya yang dilakukan perempuan kabupaten Bener Meriah
agar terlibat dalam ranah politik, baik secara individual, kelompok, lingkup
keluarga maupun lingkup sosial.
Kata Kunci : Keterlibatan Perempuan, Ranah Politik, Adat Sumang
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMBENTUKAN KARAKTER MASYARAKAT KAMPUNG TANJUNG PURA MELALUI ADAT SUMANG DI KECAMATAN BANDAR RNKABUPATEN BENER MERIAH (MAYA ROSITA, 2025)
PERILAKU SUMANG DALAM KEHIDUPAN RNMASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN GAJAH PUTIH KABUPATEN BENER MERIAH) (Susilawati, 2015)
PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEROLEHAN SUARA PEREMPUAN PADA PEMILU 2014 DI ACEH TENGAH DAN BENER MERIAH (Tri Misrawati, 2017)
BELENGGU BUDAYA PATRIAKI DAN DISKRIMINASI GENDER PADA PENERAPAN ADAT GAYO RN(STUDI PADA KAMPUNG BALE MUSARA, BENER MERIAH) (Susi Pinte Nate, 2023)
LARANGAN PERKAWINAN SATU KAMPUNG DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI KECAMATAN BUKIT KEBUPATEN BENER MERIAH (Rina Damayanti, 2021)