<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22465">
 <titleInfo>
  <title>PROSPEK KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK DI KABUPATEN BENER MERIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF ADAT SUMANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HENDRA YANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Dalam kantor DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota) yang&#13;
berada di kabupaten Bener Meriah hanya ada satu orang anggota dewan berjenis&#13;
kelamin perempuan, dari 25 anggota dewan yang ada, selanjutnya tidak ada&#13;
satupun anggota KIP (Komisi Independen Pemilihan) kabupaten Bener Meriah&#13;
yang perempuan, dan Camat maupun Kepala Gampong yang berasal dari&#13;
perempuan. Hanya ada beberapa anggota BPK (Badan Pengawasan Kampung)&#13;
yang berasal dari unsur perempuan. Minimnya peran perempuan dalam dunia&#13;
politik di kabupaten Bener Meriah terjadi hampir disemua kecamatan dan di&#13;
semua daerah pemilihan yang ada. Penyebab dari tidak terpilihya perempuan&#13;
diakibatkan sebagian besar masyarakat Bener Meriah masih meyakini Adat&#13;
Sumang, adat ini selalu menganggap dan mempercayai bahwa kedudukan, peran&#13;
serta kepentingan dan segala hal yang berkaitan dengan manusia yang berjenis&#13;
kelamin laki-laki harus selalu diutamakan dibandingkan dengan segala hal yang&#13;
menyangkut isu mengenai kaum perempuan Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui dan menganalisis adat sumang yang menghambat perempuan dalam&#13;
ranah politik di kabupaten Bener Meriah dan mengetahui upaya apa saja yang&#13;
ditempuh oleh perempuan di kabupaten Bener Meriah agar dapat terlibat dalam&#13;
ranah politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian&#13;
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang&#13;
digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan&#13;
untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara, sedangkan penelitian&#13;
kepustakaan untuk memperoleh data berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan Adat sumang tidak menghambat perempuan&#13;
untuk terlibat dalam ranah politik, hal ini diketahui bahwa tidak ada satupun&#13;
aturan dalam adat sumang yang membatasi perempuan untuk terlibat dalam ranah&#13;
politik, serta adanya upaya yang dilakukan perempuan kabupaten Bener Meriah&#13;
agar terlibat dalam ranah politik, baik secara individual, kelompok, lingkup&#13;
keluarga maupun lingkup sosial.&#13;
Kata Kunci : Keterlibatan Perempuan, Ranah Politik, Adat Sumang</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-23 00:01:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-24 11:18:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>