<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22370">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN SELAR (SELAROIDES LEPTOLEPIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nona Lia Mentari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Mentari N. L. 2016. Potensi Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides Leptolepis). Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:&#13;
&#13;
(1)	Dr. Safrida, S.Pd, M.Si				       (2) Dr. Khairil, M.Si&#13;
Kata Kunci: Pengawet alami, Daun Sirih, Ikan Selar, Uji Organoleptik.&#13;
Telah dilakukan penelitian “Potensi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides leptolepis)” di Kecamatan Syiah Kuala sejak bulan September 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun sirih terhadap pengawetan ikan selar, rasa, warna, tekstur dan bau. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak daun sirih divariasi mulai dari 10% ekstrak daun sirih (S10), 20% ekstrak daun sirih (S20), 30% ekstrak daun sirih (S30), 40% ekstrak daun sirih (S40), 50% ekstrak daun sirih (S50), kontrol positif dengan menggunakan es (K+), dan kontrol negatif tidak diberi eksrak daun sirih dan es (K-). Parameter yang diamati adalah kondisi ikan dan uji organoleptik. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA (Analisis Varian) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih berpengaruh (P&gt;0,05) terhadap kondisi ikan yang dapat bertahan selama 32 jam. Hasil uji ANAVA Fhitung = 3,14 dan Ftabel = 2,85 pada taraf 0,05 dengan demikian Fhitung&gt;Ftabel maka hipotesis diterima. Uji organoleptik ikan selar goreng menurut panelis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih berpengaruh terhadap rasa dengan Fhitung=373,33, aroma dengan Fhitung=694,79, warna dengan Fhitung=121,90 dan tekstur dengan Fhitung=656,68. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih sebanyak 30% berpengaruh terhadap kondisi ikan selar dengan tingkat kesegaran ikan mencapai 43,5%, dan uji organoleptik ikan selar goreng berpengaruh terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-21 14:59:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-22 10:35:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>