Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEARIFAN LOKAL DALAM HIKAYAT PRANG COOMPEUNI
Pengarang
Rika Wahyuni - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1106102010023
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Hikayat Prang Coompeuni”. Rumusan masalahnya yaitu (1) Bagaimanakah bentuk kearifan lokal dalam Hikayat Prang Coompeuni dan (2) Bagaimanakah fungsi kearifan lokal dalam hikayat Prang Coompeuni? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber datanya yaitu buku Hikayat Prang Coompeuni karangan Do Karim yang disalin dengan huruf latin oleh Anzib Lamnyong. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Langkah pengumpalan data dilakukan dengan membaca secara keseluruhan, menandai bait-bait yang mencerminkan kearifan lokal, mengidentifikasi bait-bait yang sudah ditandai ke dalam bentuk kearifan lokal, mengidentifikasi bait-bait yang sudah ditandai ke dalam fungsi kearifan lokal, mengklasifikasi bait-bait yang sudah ditandai ke dalam bentuk dan fungsi kearifan lokal, dan menyusun secara sistematis berdasarkan bentuk dan fungsi kearifan lokal. Hasil penelitian dalam Hikayat Prang Coompeuni menunjukkan beberapa bentuk kearifan lokal, meliputi (1) keyakinan masyarakat terhadap keutamaan perang sabil, (2) penggunaan senjata, makanan, dan pakaian tradisional, (3) budaya memakai inai, (4) budaya musyawarah yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat, (5) kepercayaan masyarakat terhadap pohon yang bertuah, (6) rasa tolong-menolong yang dimiliki oleh masyarakat (7) lembaga kemasyarakatan: meunasah, balèe, dan masjid, (8) gotong-royong/bekerja sama dalam mengerjakan sesuatu, (9) tradisi masyarakat menghadiri kematian seseorang, (10) kebiasaan masyarakat menyambut kedatangan ulama, (11) memercayai karamah ulama, (12) budaya pajôh ranub/makan sirih, (13) kebiasaan kenduri/makan bersama yang dilakukan masyarakat, (14) budaya masyarakat ketika bertemu selalu memberi salam dan mencium/menempelkan kedua pipi bagi kaum lelaki, (15) meminta doa kepada gurèe (guru) dan atau orang alim, dan (16) pewarisan nila-nilai moral kepada remaja. Adapun fungsi kearifan lokal sebagaimana disebutkan oleh (Sartini, 2004:112), dalam Hikayat Prang Coompeuni terdapat beberapa fungsi di antaranya, (1) berfungsi sebagai kepercayaan, (2) pengembangan kebudayaan, (3) pengembangan sumber daya manusia, (4) konservasi sumber daya alam, dan (5) berfungsi sebagai petuah.
Kata Kunci: Kearifan lokal, hikayat, Prang Coompeuni
Tidak Tersedia Deskripsi
HIKAYAT PRANG SABI AND THE UPLIFTING OF THE ACEHNESE SPIRIT DURING THE WARTIME (A DISCOURSE ANALYSIS) (Rizki Dhian Nushur, 2017)
THE STUDY OF FIGURATIVE LANGUAGES IN HIKAYAT ACEH (AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE IN HIKAYAT PRANG ACEH BY MUJAR MS, INDRA NUR ALAM BY TGK.ABD. GANI ALI, AND HASAN HUSEN BY MEDYA HUS ) (Reka Ayu Mutia, 2021)
AN ANALYSIS OF ACEHNESE ARCHAIC WORDS IN HIKAYAT PRANG SABI (Siti Munawarah, 2018)
ANALISIS NILAI – NILAI KEBANGSAAN DALAM HIKAYAT PRANG SABI (SHIDQI DZAKIUL HANIF, 2020)
ANALISIS UNSUR INTRINSIK HIKAYAT PRANG CUT ALI KARYA TEUNGKU SYEKH HASAN (, 2025)