JURNALISME DAMAI DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMMAT BERAGAMA (ANALISIS ISI BERITA PEMBAKARAN GEREJA DI ACEH SINGKIL DALAM HARIAN WASPADA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

JURNALISME DAMAI DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMMAT BERAGAMA (ANALISIS ISI BERITA PEMBAKARAN GEREJA DI ACEH SINGKIL DALAM HARIAN WASPADA)


Pengarang

Raihan Nusyur - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210102010095

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Peristiwa pembakaran gereja di Aceh Singkil pada 13 Oktober 2015 telah menyita
perhatian pemberitaan media lokal, nasional bahkan internasional. Konflik yang
dilatarbelakangi masalah izin mendirikan bangunan ini menuntut kecenderungan
media dalam memberitakan realitas konflik sesuai fungsinya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran apakah Harian Waspada
menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaan pembakaran gereja di Aceh
Singkil. Teori yang digunakan adalah teori jurnalisme damai Johan Galtung, yakni
kegiatan pemberitaan yang bersifat mendamaikan oleh media. Jurnalisme damai
memiliki empat orientasi, yaitu perdamaian, kebenaran, masyarakat, dan
penyelesaian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode analisis isi dengan populasi sebanyak 25 berita pembakaran gereja di
Aceh Singkil. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 berita pada
rentang edisi terbitan periode 12-26 Oktober 2015 yang dipilih berdasarkan teknik
penarikan sampel purposive dengan penetapan kriteria berdasarkan tiga dari lima
tahapan konflik Fischer, yakni krisis, akibat dan pascakonflik. Data primer
diperoleh dari hasil uji coding antar-coder dengan menguji validitas indikator,
menyajikan data berupa frekuensi statistik serta menjelaskan data diikuti contoh
yang menggunakan unit pencatatan sintaksis. Berdasarkan hasil analisis data
ditemukan perolehan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus Holsti yang
reliabel sebesar 0,941 atau 94,1%, dominasi kategori perdamaian sebesar 56,5%
atau 74 frekuensi dan intensitas pemberitaan tertinggi pada tahapan pascakonflik
dengan persentase sebesar 71% atau 93 frekuensi kemunculan. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pemberitaan Harian Waspada mengenai pembakaran
gereja di Aceh Singkil telah menerapkan empat kategori jurnalisme damai Johan
Galtung dan memenuhi seluruh indikator dalam setiap kategorinya.

Kata Kunci: Jurnalisme damai, kerukunan ummat beragama, Harian Waspada.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK