SELEKSI MUTAN GENERASI KE 2 KEDELAI KIPAS MERAH (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) TAHAN TERHADAP KEKERINGAN DAN PRODUKSI TINGGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SELEKSI MUTAN GENERASI KE 2 KEDELAI KIPAS MERAH (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) TAHAN TERHADAP KEKERINGAN DAN PRODUKSI TINGGI


Pengarang

imam akbar tanjung - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005101060019

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Desember 2014 sampai bulan Maret 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola non faktorial. Penelitian dilakukan di dua lokasi secara bersamaan. Penelitian yang dilaksanakan di Kebun Percobaan menggunakan 9 genotipe dan 1 kontrol varietas Kipas Merah tanpa radiasi, terdiri dari 3 ulangan sehingga terdapat 30 unit satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah polong bernas, jumlah biji per tanaman, berat 100 butir biji, berat biji per bedeng, dan potensi hasil. Penelitian di Rumah Plastik menggunakan genotipe yang sama dengan 2 kontrol yaitu varietas Kipas Merah dan Dering tanpa radiasi. Kontrol varietas Kipas Merah sebagai pembanding tidak tahan kekeringan dan Dering sebagai pembanding tahan kekeringan. Penelitian ini menggunakan 3 ulangan sehingga terdapat 33 unit satuan percobaan. Adapun pengamatan yang dilakukan dari penelitian di Rumah Plastik adalah mengetahui hasil analisis kandungan glukosa dan prolin. Data kandungan glukosa dan prolin bisa didapatkan apabila ditemukan tanaman yang tahan terhadap kekeringan dengan pemeberian larutan PEG 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe km 500-36 memperlihatkan tinggi tanaman tertinggi. Genotipe 300-2 menampilkan berat 100 butir biji tertinggi diantara semua genotipe yang dicobakan. Genotipe yang ditanam di Rumah Plastik tidak mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada umur 21 HST sebagian besar tanaman layu dan menunjukan gejala kematian, sehingga informasi mengenai kandungan glukosa dan prolin tidak bisa didapatkan. Oleh sebab itu genotipe yang dicobakan diyakini belum ada yang tahan terhadap simulasi kekeringan menggunakan PEG dengan dosis 20%.

Kata Kunci : Kedelai, Kipas Merah, Mutan, Produksi Tinggi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK