PENGEMBANGAN MOTIF HIAS ACEH PADA BUSANA ADAT PENGANTIN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGEMBANGAN MOTIF HIAS ACEH PADA BUSANA ADAT PENGANTIN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Anggia Mustika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104010014

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci: Pengembangan, Motif hias Aceh, Busana adat pengantin
Penelitian yang berjudul ‘’Pengembangan Motif hias Aceh pada busana adat pengantin di kota Banda Aceh’’ bertujuan untuk mengidentifikasi motif hias Aceh sebelum terjadi pengembangan pada busana adat pengantin dan Pengembangan motif hias Aceh pada busana adat pengantin di kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang besifat naturalistik, dengan subjek penelitian empat orang tokoh adat. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik pengambilan subjek dilakukan berdasarkan pertimbangan orang-orang yang penting dan tepat memberikan informasi tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana utama adat pengantin Aceh terdiri dari bajee, ija panyang dan seleuweu meutunjong. Dahulu bajee Aceh tidak diberi hiasan motif seperti sekarang kecuali pada seleuweu meutunjong dan busana pelengkap. Motif hias Aceh merupakan warisan yang diterapkan pada rumah adat, jeungki, hingga batu nisan. Secara umum motif hias Aceh terbagi dalam lima jenis motif yaitu: motif keagamaan, motif flaura, motif fauna, motif alam dan motif geometris yang bisa dikembangkan sesuai dengan ide perancangnya dengan syarat tetap mempertahankan keaslian dari motif yang dikembangkan. Pengembangan motif hias pada busana adat pengantin di Kota Banda Aceh yang terjadi terlihat dari teknik penempatan dan rangkaian motif yang disusun dan lebih terfokus pada bagian baju, padahal penerapan motif hias bisa dilakukan pada bagian busana lainnya dengan menggunakan pola yang disesuaikan. Pengembangan saat ini patut dihargai sebagai upaya mempertahankan identitas suku Aceh dari gejolak pergeseran nilai budaya pada busana adat pengantin Aceh sejalan perkembangan teknologi. Diharapkan kepada desainer agar mampu memenuhi tantangan konsumen dengan merancang busana adat pengantin dengan pengembangan motif hias Aceh yang inovatif dan tidak monoton agar masyarakat lebih tertarik terhadap busana adat pengantin bermotif Aceh dan kebudayaan Aceh tetap lestari.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK