<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22151">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT BATANG SERNAI(WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>lia addyanty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak etil asetat batang sernai (Wedelia biflora) sebagai antipiretik pada mencit dan membandingkan efek antipiretiknya dengan para amino fenol. Sampel yang digunakan adalah tumbuhan sernai bagian batang. Penelitian ini menggunakan rancangan split-plot dengan menggunakan 30 ekor mencit (Mus musculus) yang berumur 3,0 bulan dengan berat badan 25-35 g yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan. Kelompok I (P0) diberi akuades sebagai kontrol negatif, sedangkan kelompok II-VI diinduksi demam menggunakan pepton 12,5%, kelompok II (P1) diberi akuades sebagai kontrol positif, dan kelompok III (P2) diberi para amino fenol sebagai kontrol pembanding, serta kelompok IV (P3), V (P4), dan VI (P5) diberikan ekstrak etil asetat batang sernai masing-masing dengan dosis 30, 45, dan 60 mg/kg bb. Pengukuran suhu rektal mencit dilakukan sebelum dan sesudah induksi demam dengan interval 30 menit selama 3 jam setelah diberi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (Anava) dan dilanjutkan dengan uji Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang nyata (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>22151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-06-16 14:54:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-17 09:23:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>