PERCERAIAN DI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERCERAIAN DI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUN


Pengarang

Nurrahmati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104010065

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kata Kunci: Perceraian, Kecamatan Samalanga

Penelitian ini menyangkut permasalahan faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah ketidaksesuaian antara keadaan masyarakat Samalanga yang memahami ilmu agama namun terjadinya peningkatan kasus perceraian setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireun dan dampak yang terjadi setelah perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan mendeskribsikan hasil observasi, dokumentasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian adalah pasangan yang telah sah bercerai. Adapun cara pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposif sampling yaitu diambil sebanyak 1 orang pada beberapa desa di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireun adalah karena masalah komunikasi, keuangan, perbedaan kepribadian, perbedaan tujuan pernikahan, tidak adanya nafkah lahir dan batin, poligami, menuduh melakukan perbuatan zina, perselingkuhan dan campur tangan orang tua/keluarga. Selain itu, dampak positif setelah bercerai antara lain korban perceraian mendapat dukungan/motivasi dari keluarga dan masyarakat. Dampak negatifnya anak-anak korban perceraian tidak dapat merasakan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. Keluarga, masyarakat merasa kecewa atas keputusan perceraian tersebut. Selain itu ada diantara korban perceraian yang merasa trauma untuk berumah tangga lagi. Di simpulkan bahwa faktor penyebab perceraian yang terjadi di Samalanga adalah karena masalah komunikasi dan tidak mampu terpenuhi keuangan keluarga secara maksimal. Di sarankan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berdomisili di Samalanga agar tidak terburu-buru mengambil keputusan bercerai jika terdapat masalah dalam rumah tangga, dan dapat melaksanakan pernikahan dengan bijaksana sabar atas segala cobaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK